Hei Kamu yang Suka Sastra, Ini Naskah Lengkap Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji

- Sabtu, 5 November 2022 | 09:04 WIB
RAJA Ali Haji, pujangga pengarang Gurindam Duabelas (SM Banyumas/Dok)
RAJA Ali Haji, pujangga pengarang Gurindam Duabelas (SM Banyumas/Dok)

SUARAMERDEKA-BANYUMAS.COM- Bagi pembaca yang suka sastra atau yang ingin orang dekatnya suka sastra, pastinya tahu dengan gurindam 12 atau gurindam duabelas karya Raja Ali Haji.

Karya sastra ini hingga sekarang masih sangat kontekstual untuk diajarkan, dipelajari dan diresapi makna dan pesan moralnya.

Karya pujangga yang hidup di jaman kolonial di masa Bahasa Melayu yang menjadi ibu bagi Bahasa Indonesia ini tentulah sangat bagus dari segi tata bahasa, rima, majas hingga maknanya.

Sastrawan ini lahir tahun 1808 di Selangor Malaysia putra dari Raja Hamidah Raja Haji Hasa dan meninggal dunia pada tahun 1873 di Pulau Penyengat Kepulauan Riau. 
 

Berikut ini tulisan lengkap dari Gurindam 12 yang di dalamnya sebagian masih terdapat sejumlah kata Melayu yang mungkin sudah tak lagi atau tak jamak digunakan dalam tata bahasa dan penulisan Bahasa Indonesia.

Untuk kata-kata bahasa Melayu, Arab dan lainya antara lain, Bakhil (kikir atau pelit), Balai (rumah tempat menanti raja -di antara kediaman raja-raja), Bachri (bahari, hal mengenai lautan luas), Berperi ( berkata-kata), cindai (kain sutra yang berbunga-bunga), damping (dekat, karib, atau akrab), Fi’il (tingkah laku, perbuatan), Hujjah (tanda, bukti, atau alasan), Inayat (pertolongan atau bantuan), Kafill (majikan atau orang yang menanggung kerja), Kasa (kain putih yang halus), Ketor (tempat ludah ketika makan sirih, peludahan), Ma’rifat (tingkat penyerahan diri kepada Tuhan yang setahap demi setahap sampai pada tingkat keyakinan yang kuat, Menyalah (melakukan kesalahan), Mudarat (esuatu yang tidak menguntungkan atau tidak berguna), Pekong (pekung) penyakit kulit yang berbau busuk), Penggawa (kepala pasukan, kepala desa), Perangai (sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran dan perbuatan), Senonoh (Perkataan, perbuatan, atau penampilan yang tidak patut (tidak sopan) Tegah (menghentikan), Teperdaya (Tertipu) dan Termasa (tamasya).

Baca Juga: Temui Kader PAN di Purbalingga, Ini yang Disampaikan Zulkifli Hasan

Berikut ini naskah lengkap Gurindam 12 atau Gurindam Duabelas dari 1-12 secara lengkap sebagaimana dikutip Suara Merdeka Banyumas dari sejumlah sumber.

Gurindam Duabelas

karya: Raja Ali Haji

Halaman:

Editor: Susanto

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

30 SD di Banyumas Belum Terapkan Kurikulum Merdeka

Jumat, 27 Januari 2023 | 12:17 WIB

FTIK UIN Saizu Gelar Rakor dengan Kepala Lembaga

Rabu, 25 Januari 2023 | 08:32 WIB
X