200 Bahasa Daerah di Dunia Punah, di Indonesia 100 yang Terancam Punah

- Minggu, 9 Oktober 2022 | 20:53 WIB
BAGAN Revitalisasi bahasa daerah yang masuk dalam Merdeka Belajar ke-17 (kemdikbud)
BAGAN Revitalisasi bahasa daerah yang masuk dalam Merdeka Belajar ke-17 (kemdikbud)
SEMARANG, suaramerdeka-banyumas.com-  Ketika sebuah bahasa punah, dunia kehilangan warisan yang sangat berharga-sejumlah besar legenda, puisi, dan pengetahuan yang terhimpun dari generasi ke generasi akan ikut punah.
 
Demikianlah yang disampaikan UNESCO tahun 2008 terkait dengan bencana kepunahan bahasa yang menjadi isu global. 
 
Hal tersebut patut diperhatikan karena dari data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), dalam 30 tahun terakhir, 200 bahasa daerah di dunia punah.
 
 
Dari 718 bahasa daerah di Indonesia, saat inipun sudah banyak yang dalam kondisi terancam punah dan kritis

Temuan ini membenarkan temuan UNESCO sebelumnya pada 21 Februari 2009 di mana UNESCO merilis bahwa sekitar 2.500 bahasa di dunia termasuk lebih dari 100 bahasa daerah di Indonesia kini terancam punah dan sebanyak 200 bahasa telah punah dalam tiga puluh tahun terakhir dan 607 tidak aman.
 
Mengutip laman Kemdikbud, upaya mengantisipasi kepunahan bahasa inilah diadakanah upaya revitalisasi bahasa daerah melalui program Merdeka Belajar episode ke-17 yang dimasukkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
 
 
Implementasinya, revitalisasi bahasa daerah ini nantinya serentak dilaksanakan oleh seluruh Balai/Kantor Bahasa yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah (Jateng) yang salah satu tugasnya adalah melaksanakan pelindungan dan pemasyarakatan bahasa dan sastra Indonesia di wilayah kerjanya,  ikut serta dalam melaksanakan revitalisasi bahasa daerah. Hal ini mengingat, bahasa Jawa, di Provinsi Jawa Tengah termasuk objek revitalisasi Bahasa daerah yang harus dilindungi dan dilestarikan.
 
Koordinasi pakar, calon pengajar dan pemerintah daerah Provinsi Jawa Tengah beserta 35 pimpinan kabupaten/kota serta penandatangan komitmen bersama menjadi tahap awal dari revitalisasi Bahasa daerah yang dilakukan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Balai Bahasa Jateng, Ganjar Harimansyah menjabarkan bahwa tahap selanjutnya ia akan melakukan pelatihan guru utama (Training of Trainer/ToT).
 
Berikutnya yaitu pengawasan (monitoring) dan evaluasi di kabupaten/kota. Sebagai penutup yaitu penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) sebagai penutup dari rangkaian kegiatan revitalisasi bahasa daerah di Provinsi Jawa Tengah. ***

Editor: Susanto

Sumber: kemdikbud.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

30 SD di Banyumas Belum Terapkan Kurikulum Merdeka

Jumat, 27 Januari 2023 | 12:17 WIB

FTIK UIN Saizu Gelar Rakor dengan Kepala Lembaga

Rabu, 25 Januari 2023 | 08:32 WIB

Hebat, Mahasiswa UIN Saizu Jadi Duta GenRe Purbalingga

Selasa, 17 Januari 2023 | 14:49 WIB

UIN Saizu Kirim Relawan Gempa Bumi Cianjur

Rabu, 11 Januari 2023 | 09:57 WIB
X