Penggunaan Bahasa Asing Untuk Toponimi Geser Bahasa Daerah dan Bahasa Indonesia

- Selasa, 20 September 2022 | 21:14 WIB
SEMPROT DISINFEKTAN: Relawan penangangan Covid-19 Desa Dermaji, Kecamatan Lumbir saat menyemprotkan disinfektan di ruang lokasi Museum Naladipa desa setempat beberapa waktu lalu. (SM/dok)
SEMPROT DISINFEKTAN: Relawan penangangan Covid-19 Desa Dermaji, Kecamatan Lumbir saat menyemprotkan disinfektan di ruang lokasi Museum Naladipa desa setempat beberapa waktu lalu. (SM/dok)

Baca Juga: 6 Keluarga Hari Ini Dibawa ke Rumah Relokasi, 5 Keluarga Bertahan di Pengungsian

Diharapkan dengan peran semua pihak, maka pelestarian bahasa bisa dilaksanakan. Dengan menguatkan bahasa maka identitas akan semakin dikuatkan. Usahakan globalkan berbagai hal yang lokal termasuk bahasa dan budaya.

“Orang atau bangsa lain memikirkan yang kecil bangsa lain memikirkan hal ini. Jangan sampai kita ribut karena hal ini telah diambil bangsa lain,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Desa Dermaji, Bayu Setyo Nugroho juga hingga saat ini masih merawat Museum Naladipa yang menjadi tempat koleksi berbagai benda kebudayaan agraris masyarakat setempat. Tak hanya benda, sejumlah slide, dokumen pertunjukan juga kini masih dikoleksi sebagai pembelajaran warga.***

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

30 SD di Banyumas Belum Terapkan Kurikulum Merdeka

Jumat, 27 Januari 2023 | 12:17 WIB

FTIK UIN Saizu Gelar Rakor dengan Kepala Lembaga

Rabu, 25 Januari 2023 | 08:32 WIB

Hebat, Mahasiswa UIN Saizu Jadi Duta GenRe Purbalingga

Selasa, 17 Januari 2023 | 14:49 WIB

UIN Saizu Kirim Relawan Gempa Bumi Cianjur

Rabu, 11 Januari 2023 | 09:57 WIB
X