Penggunaan Bahasa Asing Untuk Toponimi Geser Bahasa Daerah dan Bahasa Indonesia

- Selasa, 20 September 2022 | 21:14 WIB
SEMPROT DISINFEKTAN: Relawan penangangan Covid-19 Desa Dermaji, Kecamatan Lumbir saat menyemprotkan disinfektan di ruang lokasi Museum Naladipa desa setempat beberapa waktu lalu. (SM/dok)
SEMPROT DISINFEKTAN: Relawan penangangan Covid-19 Desa Dermaji, Kecamatan Lumbir saat menyemprotkan disinfektan di ruang lokasi Museum Naladipa desa setempat beberapa waktu lalu. (SM/dok)

Padahal ketika masyarakat kehilangan bahasa maka bangsa bisa hilang identitas dan budayanya.

Baca Juga: Taklukkan Persikab Bandung, Pelatih PSCS Cilacap: Buah Kerja Keras dan Disiplin

“Makanya sebagaimana Bahasa Sunda, jangan persepsikan kalau Bahasa Banyumasan itu ‘ndeso‘ tetapi kita harus punya sikap visioner ke depan. Menguatkan identitas, budaya dengan menguatkan bahasa,” ujarnya.

Dari riset toponimi tempat berbahasa Sunda di Brebes, Banyumas, dan Cilacap termasuk di Desa Dermaji 2017-2019, Cece mendapatkan data penggunaan Bahasa Sunda di wilayah tersebut telah punah. Punahnya penggunaan Bahasa Sunda tersebut terjadi karena hilangnya penutur.

“Dulu di sini banyak digunakan Bahasa Sunda untuk komunikasi ataupun nama tempat, tapi sekarang penuturnya tinggal 1-2 orang.

Untuk itulah kepedulian dari pemerintah dan pemangku kepentingan harus peduli dengan hal tersebut,” katanya.

Baca Juga: 6 Keluarga Hari Ini Dibawa ke Rumah Relokasi, 5 Keluarga Bertahan di Pengungsian

Untuk mempertahankan kembali bahasa ibu inilah, dapat diajarkan kembali di sekolah. Untuk pemerataan harus ada payung hukum seperti peraturan daerah untuk menjadikan bahasa daerah sebagai muatan lokal bagi siswa.

Peran pemangku kepentingan juga harus dilaksanakan untuk mendorong generasi muda tidak malu menggunakan bahasa ibu.

“Saya menyambut baik karena di Dermaji sudah ada museum sebagai pengawet kebudayaan karena kekurangan kita adalah dokumentasi. Jangan sampai budaya kita dibawa bangsa lain. kepemilikan kita adalah identitas kita,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

30 SD di Banyumas Belum Terapkan Kurikulum Merdeka

Jumat, 27 Januari 2023 | 12:17 WIB

FTIK UIN Saizu Gelar Rakor dengan Kepala Lembaga

Rabu, 25 Januari 2023 | 08:32 WIB

Hebat, Mahasiswa UIN Saizu Jadi Duta GenRe Purbalingga

Selasa, 17 Januari 2023 | 14:49 WIB

UIN Saizu Kirim Relawan Gempa Bumi Cianjur

Rabu, 11 Januari 2023 | 09:57 WIB
X