Masih Mendengarkan Radio? Ini Sejarah Lahirnya Hari Radio 11 September

- Minggu, 11 September 2022 | 09:52 WIB
Ilustrasi sejarah Radio (SM Banyumas/thoughco)
Ilustrasi sejarah Radio (SM Banyumas/thoughco)

PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com - Setiap 11 September, kita memeringati Hari Radio Nasional. Pada tanggal itu, Radio Republik Indonesia (RRI) juga didirikan, tepatnya 11 September 1945.

Mengutip laman resmi Komisi Penyiaran Indonesia, setelah Indonesia merdeka, pada 19 Agustus 1945 siaran radio Hoso Kyoku milik Jepang berhenti siaran.

Rakyat Indonesia pun buta informasi. Terlebih lagi radio-radio luar negeri malah mengabarkan perihal Sekutu yang dipimpin Inggris menduduki Jawa dan Sumatera.

Baca Juga: Review One Piece Chapter 1059: Amazon Lily Jadi Wilayah Perlindungan Yonkou Topi Jerami?

Dari berita-berita itu diketahui, Sekutu masih mengakui kedaulatan Belanda atas Indonesia. Kerajaan Belanda dikabarkan akan mendirikan Netherlands Indie Civil Administration (NICA) di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, orang-orang yang pernah aktif di radio pada masa penjajahan Jepang herah. Mereka menyadari radio merupakan alat yang diperlukan oleh pemerintah Republik Indonesia untuk berkomunikasi dan memberi tuntunan kepada rakyat mengenai apa yang harus dilakukan.

Pada 11 September 1945, mereka mengadakan pertemuan dengan pemerintah di bekas gedung Raad Van Indje Pejambon, Jakarta. Delegasi radio yang mengikuti pertemuan adalah Abdulrahman Saleh, Adang Kadarusman, Soehardi, Soetarji Hardjolukita, Soemarmadi, Sudomomarto, Harto dan Maladi.

Baca Juga: Ini Kronologi Hilangnya ASN Bapenda Kota Semarang

Mereka mengimbau pemerintah untuk mendirikan radio sebagai alat komunikasi antara pemerintah dengan rakyat. Sebab tentara sekutu akan mendarat di Jakarta akhir September 1945. Radio dipilih karena lebih cepat dan tidak mudah terputus saat pertempuran.

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X