Masyarakat Diajak Sumbang Kosakata Daerah Untuk Memperkaya Bahasa Indonesia

- Rabu, 24 Agustus 2022 | 06:36 WIB
Dimas Indianto, Teguh Trianton, Heru Kurniawan dan Ahmad Tohari dalam temu sastra Mastera di UIN Saizu Purwokerto Kamis 28 Juli 2022( SM Banyumas/dok)
Dimas Indianto, Teguh Trianton, Heru Kurniawan dan Ahmad Tohari dalam temu sastra Mastera di UIN Saizu Purwokerto Kamis 28 Juli 2022( SM Banyumas/dok)

"Ke depan Indonesia akan menginternasionalkan bahasa Indonesia. Hingga kini sebanyak 50 negara telah membuka jurusan atau program studi (prodi) Bahasa Indonesia selain
lembaga-lembaga kursus, serta lebih dari 150 lembaga juga sudah mengajarkan bahasa Indonesia," jelasnya.

Ia mengajak semua pihak untuk mendukung upaya pemerintah hingga lembaga swasta yang gencar mengajarkan Bahasa Indonesia termasuk memalui Mastera yang dibentuk Indonesia,
Brunei dan Malaysia.

Baca Juga: Festival Kentongan Bikin Purwokerto Macet, Bupati Banyumas Minta Maaf

Sementara itu Rektor UIN Saizu, Muhammad Roqib menjelaskan bahwa dalam upaya mengembangkan program sastra, UIN Saizu akan membuka prodi baru di bidang bahasa
yaitu prodi pendidikan bahasa Indonesia yang nantinya akan berkembang menjadi prodi bahasa dan sastra.

“Untuk menginternasionalisasi bahasa Indonesia di tingkat yang lebih luas maka kita menggunakan Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura). Selain itu, kami juga melakukan
pengembangan lokalitas seperti istilah penginyongan,” tutur Roqib.

Kiai Roqib begitu ia akrab disapa berharap UIN Saizu dapat menjadi kampus yang mewadahi serta mengembangkan warna lokalitas, khususnya 'penginyongan', dalam khazanah sastra di
Indonesia.

Baca Juga: Awas! Begini Modus Penipuan Lewat Link Pesan WA yang Bisa Kuras Saldo Anda

Pemateri Temu Sastra Mastera, Dimas Indianto atau yang akrab disapa Dimas Indiana Senja menyatakan untuk menghasilkan sejumlah karya sastra termasuk puisi, lokalitas bisa menjadi sumbernya. 

Ia mencontohkan tulisan puisi tentang mitologi Tlaga Ranjeng di Paguyangan, Brebes dan cerita lainnya bisa menjadi bahan untuk menulis puisi dengan basis lokalitas tanpa harus kehilangan estetikanya.***

***

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

30 SD di Banyumas Belum Terapkan Kurikulum Merdeka

Jumat, 27 Januari 2023 | 12:17 WIB

FTIK UIN Saizu Gelar Rakor dengan Kepala Lembaga

Rabu, 25 Januari 2023 | 08:32 WIB
X