Menara Babel, Kisah di Mana Pada Mulanya Bahasa Manusia Hanyalah Satu Kemudian Menjadi Beragam

- Rabu, 20 Juli 2022 | 18:02 WIB
CERITA Menara Babel, simbol keserakahan dan kesombongan manusia di masa lampau.(SM Banyumas/PIXABAY)
CERITA Menara Babel, simbol keserakahan dan kesombongan manusia di masa lampau.(SM Banyumas/PIXABAY)

Suaramerdeka-banyumas.com- Setelah peristiwa air bah di masa Nuh, populasi penduduk bumi semakin sedikit, banyak yang tertelan bencana dahsyat yang mengubah muka bumi.

Kepada para manusia, Tuhan lalu menyuruh mereka untuk beranak pinak dan berseraklah untuk memenuhi bumi Tuhan.

Sayang perintah Tuhan ini justru dibantah oleh manusia. Manusia justru melakukan hal yang sebaliknya. Mereka tetap berkumpul dengan kenyamaan mereka.

Baca Juga: Antisipasi PMK, Lalu Lintas Ternak di Perbatasan Cilacap Diperketat

Apalagi saat itu, di seluruh bumi hanya ada satu bahasa, hanya ada satu logat pula.

Bangsa Babylon ini suatu hari berangkat menuju ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana.

Untuk membangun tempat tinggal, mereka membuat batu bata dari tanah liat yang dibakar. Dari batu bata itulah kemudian tempat tinggal mereka dibuat.

 Baca Juga: KPK Panggil Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono dan Mantan Bupati Semarang Mundjirin ES

"Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi," jelas salah satu pemuka kepada yang lainnya.

Halaman:

Editor: Susanto

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

30 SD di Banyumas Belum Terapkan Kurikulum Merdeka

Jumat, 27 Januari 2023 | 12:17 WIB

FTIK UIN Saizu Gelar Rakor dengan Kepala Lembaga

Rabu, 25 Januari 2023 | 08:32 WIB
X