Durasi Waktu dalam PTM 100 Persen Belum Kembali Normal

- Sabtu, 21 Mei 2022 | 12:21 WIB
KEGIATAN PEMBELAJARAN:Sejumlah peserta didik di salah satu  SMP di Kabupaten Banyumas mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas.(SM/Budi Setyawan)
KEGIATAN PEMBELAJARAN:Sejumlah peserta didik di salah satu  SMP di Kabupaten Banyumas mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas.(SM/Budi Setyawan)


PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com-Kendati saat ini kasus Covid-19 di Kabupaten Banyumas cenderung menunjukkan perkembangan yang baik, namun sampai saat ini belum ada rencana dari pemkab setempat untuk mengembalikan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen secara normal.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Irawati, kemarin, mengatakan, kegiatan PTM 100 persen di Banyumas belum ada rencana untuk dikembalikan normal seperti sebelum ada kasus Covid-19, khususnya terkait durasi waktu pembelajarannya.

''Sampai sekarang belum ada pembahasan ke arah itu (PTM 100 %secara normal),'' terangnya kepada Suara Merdeka Banyumas. 

Baca Juga: Jalan Berliku 24 Tahun Reformasi

Menurut dia, saat ini pihaknya masih fokus untuk mengurusi atau mempersiapkan kebijakan pendidikan yang lain. 

''Kita masih fokus ke penilaian akhir tahun, PPDB, kurikulum merdeka dan sekolah penggerak,'' ujar dia.

Pihaknya belum bisa memastikan kapan kegiatan PTM 100 % secara normal seperti sebelum ada Covid-19 akan kembali diterapkan. 

Baca Juga: 23 Mei, Kran Ekspor Minyak Goreng Dibuka, Jokowi Pastikan Pasokan Terpenuhi dan Harga Terjangkau

''Kita menunggu ketentuan dari Kementerian Pendidikan,'' tambahnya.

Sampai saat ini kegiatan PTM di Kabupaten Banyumas sudah dilaksanakan dengan kapasitas 100 persen.  Hanya saja, untuk durasi atau waktu pembelajarannya masih terbatas.

Kegiatan pembelajaran di sekolah tidak boleh sampai sore dulu.

Baca Juga: Pemerintah Siap Terapkan Pembelian Minyak Goreng Gunakan KTP

Demikian pula bagi sekolah yang menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler, hendaknya juga tidak boleh dilakukan sampai sore.

Selain itu, pihaknya juga tetap minta agar protokol kesehatan (prokes) benar-benar diterapkan di sekolah. 

''Prokesnya harus benar-benar dijalankan.  Alur masuk dan keluar siswa di sekolah harus diperhatikan,'' ujar dia.***

 

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

30 SD di Banyumas Belum Terapkan Kurikulum Merdeka

Jumat, 27 Januari 2023 | 12:17 WIB

FTIK UIN Saizu Gelar Rakor dengan Kepala Lembaga

Rabu, 25 Januari 2023 | 08:32 WIB

Hebat, Mahasiswa UIN Saizu Jadi Duta GenRe Purbalingga

Selasa, 17 Januari 2023 | 14:49 WIB

UIN Saizu Kirim Relawan Gempa Bumi Cianjur

Rabu, 11 Januari 2023 | 09:57 WIB
X