Guru Tidak Tetap Tak Bisa Langsung Jadi PPPK, Begini Syaratnya

- Selasa, 5 April 2022 | 18:53 WIB
MENANGIS HARU: Salah seorang guru honorer di SMAN 1 Sigaluh menangis haru setelah mengetahui pengumuman dirinya lolos seleksi kompetensi PPPK Guru pada Jumat, 8 Oktober 2021. (SMBanyumas/Castro Suwito)
MENANGIS HARU: Salah seorang guru honorer di SMAN 1 Sigaluh menangis haru setelah mengetahui pengumuman dirinya lolos seleksi kompetensi PPPK Guru pada Jumat, 8 Oktober 2021. (SMBanyumas/Castro Suwito)

PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com - Kalangan guru tidak tetap (GTT) yang melaksanakan tugas di sekolah negeri, tidak bisa langsung diangkat menjadi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).

Untuk bisa menjadi PPPK harus melalui mekanisme seleksi. Kendati GTT berpeluang bisa menjadi PPPK, namun tidak semua GTT bisa menjadi PPPK.

Kepala Seksi SMA dan SLB Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng, Dwi Sucipto mengatakan, untuk bisa lolos menjadi PPPK, GTT harus memenuhi sejumlah persyaratan dan dinyatakan lolos passing grade saat proses seleksi.

"Justru yang menjadi permasalahan sekarang, di antara para GTT itu ada yang tidak memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi PPPK atau bisa mengikuti seleksi PPPK tetapi nilainya tidak memenuhi nilai ambang batas kelulusan," ungkap dia.

Baca Juga: Guru di Banyumas Mulai Terima Vaksin Booster

Dia menambahkan, guru tidak tetap yang bertugas di sekolah negeri merupakan guru yang honornya dianggarkan dari APBD.

Adapun untuk GTT pada jenjang SMA/SMK/SLB, honornya berasal dari APBD provinsi.

"Sebenarnya keberadaan guru PPPK itu hampir sama seperti guru PNS. Hanya saja guru PPPK tidak mendapatkan pensiunan," terangnya.

Dwi Sucipto mengatakan, keberadaan PPPK tersebut pada dasarnya bukan untuk menghilangkan guru tidak tetap yang selama ini sudah mengabdi.

Halaman:

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nyalakan Asa Anak-Anak Perempuan Keluarga Duafa

Rabu, 30 November 2022 | 17:26 WIB
X