Nyala Lentera Ilmu dari Lereng Gunung Slamet

- Minggu, 26 Desember 2021 | 17:52 WIB
Mahasiswa dari Jakarta memberi materi bullying kepada anak-anak  usia sekolah dasar di Oemah Sinau Bocah sektor Kotayasa (SM Banyumas/Puji Purwanto)
Mahasiswa dari Jakarta memberi materi bullying kepada anak-anak usia sekolah dasar di Oemah Sinau Bocah sektor Kotayasa (SM Banyumas/Puji Purwanto)

RUANGAN berukuran 6x4 meter persegi tampak riuh riang anak-anak usia sekolah dasar ketika mendapat materi bullying dari dua mahasiswa asal Jakarta.

Pemberian materi yang dikemas dengan menyenangkan menciptakan suasana ruang belajar di sektor Oemah Sinau Bocah Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang menjadi menyenangkan.

Model pembelajaran tidak menggunakan satu arah, yang mana anak hanya mendengar tutor menyampaikan materi tanpa ada interaksi langsung, sehingga membuat anak-anak bosan menerima materi pelajaran.

Namun, pembelajaran yang disampaikan menggunakan model problem terbuka. Mahasiswa yang menjadi tutor hanya memberikan sedikit materi, kemudian memberikan contoh kasus dan pertanyaan kepada anak-anak.

Pembelajaran ini lebih hidup karena anak aktif menjawab dan mampu berpikir kritis, ketika mendapat lontaran pertanyaan dari tutor.

Baca Juga: Satuan Pendidikan Diimbau Tak Bepergian ke Luar Kota

Tak sedikit pula anak-anak dahulu-mendahului unjuk jari saat menerima pertanyaan dari tutor contoh tindakan penindasan dan dampak negatifnya.

"Insecure," seru salah satu anak perempuan berkerudung hitam yang unjuk jari menjawab pertanyaan tentang dampak negatif bullying.

"Mengejek teman," timpal anak lak-laki yang menggendong tas.

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mahasiswa Unsoed Tewas Tenggelam di Curug Dhuwur

Kamis, 7 April 2022 | 20:37 WIB
X