Ini Sosok Perempuan Skotlandia di Balik Siaran Radio 'Suara Indonesia Merdeka' di Seputar Hari Pahlawan

- Selasa, 9 November 2021 | 08:32 WIB
Ketut Tantri bersama Jenderal AH Nasution sektar tahun 1964.(SM Banyumas/dok buku Revolt in Paradise).
Ketut Tantri bersama Jenderal AH Nasution sektar tahun 1964.(SM Banyumas/dok buku Revolt in Paradise).

Suaramerdeka-banyumas.com-Selain Bung Tomo, ada sosok berkebangsaan Amerika Skotlandia yang menjadi penyokong tersiarnya siaran pertempuran Surabaya dan perjuangan Indonesia hingga tersiar ke mancanegara.

Dialah Ketut Tantri yang lahir di Skotlandia, AS 19 Februari 1898 dan meninggal dunia 27 Juli 1997. Sebelum diangkat menjadi anak oleh raja di Bali, ia mempunyai nama Muriel Stuart Walker.

Ia berangkat Hindia Belanda karena tertarik dengan Bali dan lama menetap di Bali dan Surabaya terutama saat mendampingi bangsa Indonesia merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Di Bali ia sempat melukis hingga mendirikan hotel di Pantai Kuta dengan tamu internasional. Ia menjadi pembela bangsa Indonesia di tengah diskriminasi rasisme saat Hindia Belanda berkuasa. 

Baca Juga: RAPBD Purbalingga 2022 Direncanakan  Rp 2,077 Triliun

Ialah orang yang berjuang mati-matian menyiarkan berita soal dahsyatnya pertempuran Surabaya hingga membuka mata mancanegara dan PBB.

Ia rela berjuang menyiarkan berita ke seluruh nusantara lewat radio pemberontakan termasuk usai Jenderal Inggris, Brigadir Mallaby tewas tertembak di dekat kendaranya di pusat Surabaya. 

Dengan bekal jurnalistiknya iapun, menulis buku biografi yang ditulisnya sendiri Revolt in Paradise.

Baca Juga: Lagi, Banyumas Ekspor Destilator Minyak Atsiri ke Tanzania Ketiga Kalinya, yang Keempat Bakal Lebih Canggih

Dalam buku ini, Ketut Tantri mengisahkan bagaimana dashyatnya pertempuran Surabaya hingga bombardir militer Inggris yang membuat Surabaya menjadi kota mati. 

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nyalakan Asa Anak-Anak Perempuan Keluarga Duafa

Rabu, 30 November 2022 | 17:26 WIB
X