Alat Pengolah Limbah Batik Antar Mahasiwa Unsoed Raih Best Invention Medal dan Best International Award ISIF21

- Kamis, 4 November 2021 | 17:43 WIB
TUNJUKKAN CARA KERJA: Tim mahasiswa Unsoed menunjukkan cara kerja alat pengolah limbah batik serta tekstil berbasis teknobiologi bernama MY-ZEO di ruang kuliah Fakultas Biologi Unsoed, Purwokerto, Kamis, 4 November 2021. (SMBanyumas/Nugroho Pandhu Sukmono)
TUNJUKKAN CARA KERJA: Tim mahasiswa Unsoed menunjukkan cara kerja alat pengolah limbah batik serta tekstil berbasis teknobiologi bernama MY-ZEO di ruang kuliah Fakultas Biologi Unsoed, Purwokerto, Kamis, 4 November 2021. (SMBanyumas/Nugroho Pandhu Sukmono)

PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com - Tim mahasiswa dan dosen Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto menciptakan alat pengolah limbah batik serta tekstil berbasis teknobiologi MY ZEO yang berasal dari singkatan Mycoremediation and Zeolit Filter with Sensor for Textile and Batik Wastewater Treatment.

Inovasi ini telah mendapatkan penghargaan Best Invention Medal dan Best International Award dalam kompetisi internasional "6th Istanbul International Inventions Fair'21" yang digelar 21-26 September lalu.

Keempat mahasiswa yang meraih prestasi terdiri atas Putri Ramadani (21), Yasinta Nida Arroyan (21), Wafa Nur Azizah (21) dari Fakultas Biologi dan Febriansyah Dwi Putra (23) dari Fakultas Teknik dengan Pembimbing Dr Ratna Stia Dewi SSi MSc.

"Ini satu teknobiologi. Jadi memanfaatkan mikroba yang kami olah dengan teknologi sehingga menghasilkan enzim. Enzim ini bisa digunakan untuk memecah senyawa racun pada limbah terutama batik dan tekstil," kata Ratna Stia Dewi, pembimbing tim yang terdiri dari empat mahasiswa, di Purwokerto, Banyumas, Kamis, 4 November 2021.

Baca Juga: Masih Ada Warga Ragu dan Tolak Vaksinasi Covid-19, Wagub Jateng Minta Mahasiswa Ciptakan Inovasi

Dia mengatakan, penelitian tentang jamur mikroskopik yang dapat menetralkan limbah batik dan tekstil sehingga menjadi air yang bersih dan aman bagi lingkungan ini dilakukan sejak tahun lalu.

Sebagai informasi, limbah batik memiliki komponen logam berat seperti seng (Zn), kromium (Cr) dan timbal (Pb) yang dapat mencemari lingkungan dan membahayakan biota air.

Ratna mengatakan, purwarupa alat tersebut berkapasitas 3,5 liter. Ke depannya, MY ZEO akan dikembangkan sehingga dapat diterapkan di industri besar maupun rumahan.

"Alat ini dan enzim yang digunakan sedang dalam proses dipatenkan. Jadi ke depannya nanti bisa diterapkan masyarakat," ujarnya.

Halaman:

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Siswa SMA 1 Rembang Lukis Mural 102 Meter

Rabu, 12 Januari 2022 | 08:14 WIB

Empat Tahun, Unsoed Purwokerto Bangun 18 Gedung Baru

Jumat, 31 Desember 2021 | 07:07 WIB

Nyala Lentera Ilmu dari Lereng Gunung Slamet

Minggu, 26 Desember 2021 | 17:52 WIB
X