Lestarikan dan Kembangkan Seni Budaya, Unsoed Akan Membuka Prodi Karawitan, Tari dan Pedalangan

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 16:44 WIB
Patung Jenderal Soedirman yang menjadi ikon Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah. (SMBanyumas/Dian Aprilianingrum)
Patung Jenderal Soedirman yang menjadi ikon Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah. (SMBanyumas/Dian Aprilianingrum)

PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com - Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto menyiapkan tiga program studi (prodi) baru untuk mengembangkan seni dan budaya di wilayah Banyumas Raya.

Ketiga prodi dengan disipilin ilmu seni budaya yang akan dibuka yaitu karawitan, tari dan pedalangan.

Rektor Unsoed, Suwarto mengatakan, pendirian prodi ini merupakan keinginan dari masyarakat lewat beberapa tokoh masyarakat Banyumas yang peduli dengan budaya lokal.

Mereka menginginkan kehadiran sebuah kampus atau pendidikan tinggi yang berfokus mendidik generasi muda.

Baca Juga: Unsoed Akan Gelar Kuliah Tatap Muka Semester Ini, Bagaimana Kesiapannya?

Selain itu, kampus itu juga diharapkan menghasilkan lulusan yang dapat mengembangkan seni budaya agar lebih terkenal dan dicintai masyarakat.

"Pada prinsipnya kami siap mendukung untuk mendidik generasi muda yang mencintai budaya dan mengembangkan budaya Banyumas, sehingga ke depan pada era teknologi ini makin berkembang dan eksis," ujarnya melalui sambungan telepon, Selasa, 12 Oktober 2021.

Suwarto menjelaskan, pada pertemuan yang digelar di Pendapa Si Panji Purwokerto, Senin, 11 Oktober 2021, Bupati Banyumas, Achmad Husein menyampaikan aspirasi dari tokoh masyarakat Banyumas tersebut.

Dari hasil dialog, pihak Unsoed memberikan respon positif.

Baca Juga: Unsoed Siapkan Perkuliahan Tatap Muka, Rektor: Kuliah Tidak Hanya Ruang Transfer Ilmu

Alasannya, seni dan budaya di wilayah Banyumas Raya memiliki ciri khas tersendiri.

Oleh karena itu, pihak kampus harus memfasilitasi misi pelestarian dan pengembangannya.

"Unsoed sudah punya FIB (Fakultas Ilmu Budaya), tapi kebanyakan prodi sastra dan belum ada (prodi) budaya. Ternyata dosen-dosen di sana juga ingin membuka prodi budaya," tuturnya.

Suwarto mengatakan, guna menyiapkan prodi baru ini, pihaknya segera membentuk tim yang terdiri dari akademisi, budayawan, praktisi maupun pecinta seni budaya.

Baca Juga: Sentra Vaksinasi Unsoed Kembali Buka hingga Akhir September

Sesuai Permendikbud No 7 Tahun 2020, Unsoed juga harus mengusulkan pendirian prodi baru kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

"Memang prosedurnya harus izin ke Kemendikbud. (Untuk realisasinya) kami berusaha dulu semaksimal mungkin. Intinya secepat mungkin untuk segera mendirikan prodi tersebut," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Banyumas, Achmad Husein melalui rekaman video yang diunggah pada akun facebook pribadinya mengatakan, saat prodi tersebut dibuka, pihaknya akan memberikan dukungan berupa beasiswa bagi para calon mahasiswa.

Baca Juga: Unsoed Tambah Kuota Vaksin Sinovac, Daftar Lewat Laman vaberaya.banyumaskab.go.id

Hal ini bertujuan untuk memancing minat generasi muda menekuni bidang seni budaya yang saat ini semakin sedikit.

"Atas nama masyarakat Banyumas, saya ucapkan terima kasih. Ini dalam rangka nguri-uri (melestarikan) budaya Banyumas. Kami akan mendukung deh, supaya mahasiswa banyak yang minat di bidang itu," kata dia.***

Halaman:

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

SMKN Lumbir, Dibangun 2022, Terima Siswa Baru 2023

Kamis, 2 Desember 2021 | 08:41 WIB

811 SD di Banyumas Telah Menerapkan PTM

Rabu, 24 November 2021 | 21:44 WIB

ANBK SD/MI Dibagi Empat Gelombang, Ini Jadwal Asesmennya

Selasa, 16 November 2021 | 20:48 WIB
X