Ahmad Tohari: Karakter Banyumasan atau Penginyongan adalah Setara, Penguat Republik

- Kamis, 16 September 2021 | 15:58 WIB
Ahmad Tohari (SM Banyumas/Susanto)
Ahmad Tohari (SM Banyumas/Susanto)

BANYUMAS, suaramerdeka-banyumas.com- Budayawan Ahmad Tohari mengungkapkan karakter orang Banyumas sejak masa lampu sangat terpengaruh dari budaya pertanian yang digelutinya sepenuhnya.

"Jadi wataknya budaya pertanian ini muncul pada masyarakat Banyumas maupun pribadi orang-orang Banyumas itu sendiri.

Yang saya maksud budaya pertanian dan yang kemudian menjadi kearifan lokal dari masyarakat pertanian," katanya dalam paparannya soal Budaya, Bahasa Banyumas dan Watak dalam kuliah daring Kearifan Lokal Jurusan Sosiologi Fisip Unsoed Purwokerto Kamis 16 September 2021.

Baca Juga: Ahmad Tohari: Orang Banyumas Jangan Malu Gunakan Bahasa Banyumas

Dicontohkan kearifan lokal dari budaya agraris itu adalah gotong royong.

Dari pertanian, gotong royong bisa dilihat mulai dari orang mulai menabur benih, menanam, menyiangi rumput, hingga memanen. 

"Gotong Royong dalam budaya pertanian ini adalah hal mutlak.

Baca Juga: Mulai 16 September, Bioskop di Purwokerto Kembali Buka, Ini Syarat Masuknya

Di luar pertanian, orang Banyumas, sangat suka menolong dan yang lebih tinggi lagi adalah kesadaran bersama di hadapan alam.

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Terkini

SMKN Lumbir, Dibangun 2022, Terima Siswa Baru 2023

Kamis, 2 Desember 2021 | 08:41 WIB

811 SD di Banyumas Telah Menerapkan PTM

Rabu, 24 November 2021 | 21:44 WIB

ANBK SD/MI Dibagi Empat Gelombang, Ini Jadwal Asesmennya

Selasa, 16 November 2021 | 20:48 WIB
X