BANYUMAS, suaramerdeka-banyumas.com-Guna mensukseskan program penanganan anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Banyumas, pemkab setempat telah membentuk tim yang secara khusus bertugas untuk menangani persoalan ini.
Tim tersebut diberi nama Tim "Mayuh Sekolah Maning". Harapannya dengan adanya tim, ini penanganan anak tidak sekolah bisa lebih optimal.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Joko Wiyono yang menjadi penggagas rencana Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) mengatakan, pembentukan Tim "Mayuh Sekolah Maning" merupakan salah satu upaya penanganan anak tidak sekolah di Banyumas.
Baca Juga: Tips Efektif Mengoptimalkan Fungsi Memori, Ingatan Manusia
Joko Wiyono mengatakan hal itu dalam acara Sosialisasi Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) Kabupaten Banyumas di salah satu rumah makan di Kecamatan Baturraden. Acara ini dibuka Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono.
Selain dihadiri oleh Wakil Bupati Banyumas, acara ini juga dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Banyumas, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)-Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang, Tim Unicef, Camat se-Kabupaten Banyumas dan tamu undangan dari instansi terkait.
Dinas Pendidikan telah mendata ATS melalui Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM), Dapodik (Data Pokok Pendidikan) dan data P3KE (Data Kemiskinan Ekstrim).
Baca Juga: Ahmad Tohari Kampanyekan Kata Koruptor Diganti Maling
Dari data yang telah diverifikasi dan divalidasi, untuk data SIPBM dan P3KE bekerjasama dengan Bapedalitbang dan Dinsospermasdes Kabupaten Banyumas sudah dilakukan dan mulai penanganan. Sedangkan untuk data Dapodik masih proses verifikasi dan validasi.
Wakil Bupati Sadewo mengatakan, setiap perencanaan dan program kegiatan yang bisa diusulkan ke pemerintah provinsi dan pemerintah pusat sebaiknya untuk segera diusulkan.
''Kesuksesannya bukan dari hanya surat menyurat saja, melainkan lobi atau pendekatan diskusi,'' ungkapnya.
Baca Juga: Rekomendasi DPRD Atas LKPj Bupati, Realisasi Pendapatan dan Belanja Tahun 2022 Dinilai Tak Seimbang
Menurut dia, dalam kerja melayani masyarakat, penanganan yang cepat sangat diperlukan untuk membangun Kabupaten Banyumas yang lebih baik ke depannya.***
Artikel Terkait
Fasilitas Kampus Timur Unsoed Dibangun, Terbaru Gapura ' Merdeka Maju Mendunia' Diresmikan
Viral, Usai Lulus 100 Prosen, Siswa SMK Negeri 1 Paniai Papua Mandi Lumpur, Gendong Guru Keliling Kampung
Wakili Indonesia, Mahasiswa Farmasi UMP Raih Juara Tiga di Ajang Asia-Pasifik
Bupati Banyumas Achmad Husein Ajak Entaskan Kemiskinan lewat Pendidikan
Berkat IndiHome, Berbagi Praktik Baik Pendidik Jadi Lebih Asyik dan Ciamik
Sebentar Lagi PPDB, Begini Tips Memilih Sekolah yang Terbaik untuk Anak
Kesantunan Berbahasa Menurun, Peran Duta Bahasa Diperlukan
Kembangkan Layanan Kualitas Pendidikan, UMP Jajaki Kerjasama dengan Kampus di Australia
Tips Efektif Mengoptimalkan Fungsi Memori, Ingatan Manusia