Berstatus Tersangka, Anak Pejabat Pajak Mario Dandy Satriyo Dikeluarkan dari Kampus

- Jumat, 24 Februari 2023 | 14:42 WIB
Tangkapan layar siara pers pernyataan Universitas Prasetiya Mulya terkait kasus penganiayaan David, Jumat, 24 Februari 2023. (SMBanyumas/dok/Instagram @prasmul)
Tangkapan layar siara pers pernyataan Universitas Prasetiya Mulya terkait kasus penganiayaan David, Jumat, 24 Februari 2023. (SMBanyumas/dok/Instagram @prasmul)

TANGERANG, suaramerdeka-banyumas.com - Mario Dandy Satriyo, tersangka kasus penganiayaan David, anak petinggi GP Ansor dikeluarkan dari kampus Universitas Prasetiya Mulya.

Keputusan tersebut diumumkan pimpinan universitas melalui akun Instagram resmi kampus @prasmul, Jumat, 24 Februari 2023 siang.

Dalam siaran pers yang ditandatangani oleh Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Prof Dr Djisman Simandjuntak, pihak kampus telah memantau perkembangan informasi terkait kasus penganiayaan yang dilakukan salah satu mahasiswanya, Dandy.

Kampus bisnis dan ekonomi di Tangerang tersebut mengecam tindakan kekerasan itu.

Baca Juga: Buntut Kasus Penganiayaan David, Sri Mulyani Minta Pejabat Dirjen Pajak Rafael Alun Trisambodo Dicopot

"Mengecam keras tindak itu karena bertentangan dengan kemanusiaan dan melanggar kode etik dan peraturan yang tercantum dalam Buku Pedoman Mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya," tulis pernyataan tersebut.

Selanjutnya, melalui rapat pimpinan universitas, pihak kampus memutuskan mengeluarkan Mario Dandy Satriyo terhitung sejak 23 Februari 2023.

Selain itu, pihak kampus juga menyampaikan rasa prihatin dan mendoakan kesembuhan korban penganiayaan.

Sebelumnya, akun twitter @SMATN juga mengeluarkan siaran pers untuk mengklarifikasi informasi yang beredar bahwa Mario Dandy Satriyo (MDS) merupakan lulusan SMA Taruna Nusantara Magelang.

Baca Juga: Pelaku Penganiayaan David Terancam Lima Tahun Penjara

Dalam keterangan pers tersebut, Kepala Humas SMA Taruna Nusantara, Drs Cecep Iskandar MPd menerangkan, tersangka MDS pernah menjalani pendidikan di sekolah tersebut hanya sampai kelas XI.

Namun, yang bersangkutan pindah sekolah sesuai keterangan Nomor Sket/566/VII/2021 tanggal 5 Juli 2021.

Kasus yang membelit MDS berawal dari aksinya menganiaya David, anak petinggi GP Ansor pada Senin, 20 Februari 2023 lalu.

Peristiwa tersebut lantas menyita perhatian publik karena menyeret nama pejabat Dirjen Pajak, Rafael Alun Trisambodo yang merupakan ayah Dandy.

Halaman:

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X