Sejarah Hari Olahraga Nasional, PON serta G 30 S/PKI

- Kamis, 9 September 2021 | 22:16 WIB
PAMITAN : Atlet paralayang Banyumas Eka Nesti dan Muhibin (3 dan 5 dari kiri) didampingi Ketua Pengkab paralayang Ali Mukhtar (kanan) saat berpamitan ke KONI setempat, untuk menjalani TC PON. Mereka diterima Ketua Umum KONI Bambang Setiawan dan jajaran pengurus. (SMBanyumas/istimewa)
PAMITAN : Atlet paralayang Banyumas Eka Nesti dan Muhibin (3 dan 5 dari kiri) didampingi Ketua Pengkab paralayang Ali Mukhtar (kanan) saat berpamitan ke KONI setempat, untuk menjalani TC PON. Mereka diterima Ketua Umum KONI Bambang Setiawan dan jajaran pengurus. (SMBanyumas/istimewa)

JAKARTA, suaramerdeka-banyumas.com- Sejarah Hari Olahraga Nasional (Haornas) tak lepas dari sejarah penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama tahun 1948.

Menurut berbagai sumber, sejarah Haornasada terkait dengan sejarah PON I sebagai reaksi keprihatinan pemerintah Indonesia yang peduli kepada para atletnya yang tidak diizinkan mengikuti Olimpiade XIV/1948 di London Inggris. 

Sebagai negara yang belum lama merdeka, kedaulatan Indonesia belumlah dianggap dan diakui banyak negara dunia.

Baca Juga: Jelang Kick Off Liga 2, PSCS Boyong 23 Pemain ke Jakarta

Yang sangat menyakitkan atlet Indonesia dapat mengikuti perhelatan olahraga dunia di Inggris pada 1948 dengan syarat para atlet hanya dapat menggunakan paspor Belanda.

Paspor Indonesia mendapatkan penolakan untuk berada di Inggris.

Dengan adanya syarat itu Presiden Soekarno menolak mentah-mentah persyaratan yang diajukan penyelenggara Olimpiade XIV/1948 di Inggris tersebut. 

Baca Juga: Tingginya Partisipasi Banyumas, Sumbang Minimal 20 Atlet Tiap Gelaran PON

Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) memutuskan untuk menyelenggarakan kompetisi olahraga nasional yang diberi nama Pekan Olahraga Nasional (PON) I pada 9-12 September 1948 di Solo, Jawa Tengah.

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Terkini

Banyumas Juara Umum Kejuaraan Renang Dulongmas

Jumat, 22 Oktober 2021 | 15:27 WIB
X