PPKM Resmi Diperpanjang Sampai 23 Agustus 2021, 61 Kabupaten/Kota Masuk Level 3 dan 2

- Senin, 16 Agustus 2021 | 20:59 WIB
Menko Marives Luhut Panjaitan membacakan keterangan pers perpanjangan PPKM Level 4-2 Senin (16/8/2021) malam. (SMBanyumas/dokumentasi Youtube Sekretariat Presiden)
Menko Marives Luhut Panjaitan membacakan keterangan pers perpanjangan PPKM Level 4-2 Senin (16/8/2021) malam. (SMBanyumas/dokumentasi Youtube Sekretariat Presiden)

JAKARTA, suaramerdeka-banyumas.com - Pemerintah secara resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk menekan laju penularan Covid-19.

Menko Kemaritimian dan Investasi, Luhut Panjaitan dalam konferensi pers yang ditayangkan kanal Youtube Sekretariat Presiden Senin (16/8/2021) malam mengatakan, penerapan perpanjangan Level 4-2 sejak beberapa pekan lalu menunjukkan hasil yang semakin baik.

Menurutnya, kasus konfirmasi positif Covid-19 mengalami penurunan hingga 76 persen pada 15 Agustus 2021 lalu. Sepekan sebelumnya, penurunan kasus mencapai 59 persen.

Demikian halnya dengan kasus aktif yang menurun sebanyak 53 persen dari titik puncak. Selain itu, jumlah angka kesembuhan juga meningkat dan kasus kematian menurun di Jawa-Bali.

Baca Juga: Pemerintah Resmi Kembali Perpanjang PPKM hingga 16 Agustus 2021

"Berdasarkan hasil kunjungan lapangan masih ada perbaikan pada beberapa wilayah. Jadi perlu ada langkah intervensi antara lain mobilisasi pasien-pasien isoman ke tempat isolasi yang disediakan oleh pemerintah serta memastikan ketersedian obat dan oksigen konsentrator," katanya.

Dia menjelaskan, perkembangan kasus di Provinsi Bali sudah menunjukkan hasil yang baik sekali.

Sebab, sudah mampu memindahkan 1.400 pasien isolasi mandiri ke tempat isolasi terpusat.

Luhut menegaskan, pemerintah tidak mengeluarkan indikator kematian secara permanen.

Baca Juga: Mulai Berlaku, Sertifikat Vaksin Jadi Syarat Masuk Mal di Wilayah PPKM Level 4

Namun, pihaknya sedang mengharmoninasikan data sehingga minggu depan bisa dapat diumumkan lagi. Perbaikan ini sudah dilakukan sejak minggu lalu.

"Saya ambil contoh satu, pada 10 Agustus, ada satu kota yang angka kematian yang melonjak berlipat kali. Angka kematiannya 77 persen berasal dari periode Juli dan bulan sebelumnya. Kasus seperti ini banyak kita temukan di kabupaten lain," jelasnya.

Menurutnya, perbaikan data akan selesai dalam waktu 1-2 minggu. Selanjutnya, indikator kematian akan dimasukkan kembali dalam asesmen penanganan Covid-19.

Pemerintah pusat juga mendorong pembuatan pusat-pusat isolasi, memprioritaskan vaksinasi, serta penyediaan fasilitas rumah sakit rujukan bagi ibu hamil yang terkonformasi positif Covid-19 untuk menekan angka kematian ibu hamil.

Baca Juga: Ini Isi Surat Edaran Menteri Agama tentang Ketentuan Penggunaan Tempat Ibadah Selama PPKM 10-16 Agustus

"Mobilitas masyarakat di Jawa - Bali sebagian besar sudah kembali ke kondisi normal. Peningkatan mobilitas masyarakat yang cukup signifikan dibanding pada awal bulan Juli lalu. Satu sisi menunjukkan ekonomi pulih dengan cepat, tapi beresiko pada peningkatan kasus dalam 2-3 minggu ke depan. Jadi harus berhati-hati dan mengikuti protokol kesehatan prokes, terkait vaksin," katanya.

"Momentum yang cukup baik harus dijaga. Berdasarkan evaluasi dan atas arahan Presiden, maka PPKM Level 4, 3, 2 akan diperpanjang hingga 23 Agustus 2021. Terdapat tambahan kabupaten /kota yang masuk (PPKM) Level 3, sebanyak 8 kabupaten/kota. Sehingga total kabupaten dan kota yang masuk dalam Level 3 dan 2 mencapai 61," imbuh Luhut.

Luhut menegaskan, PPKM tetap menjadi instrumen untuk mengendalikan mobilitas dan aktivitas masyarakat selama pandemi Covid-19.

Baca Juga: Perpanjangan PPKM Level 4, Pemkab Banyumas Pilih 'Pelonggaran yang Terkontrol'

Jika situasinya semakin membaik, PPKM akan diturunkan ke level yang lebih rendah.

Evaluasi akan dilakukan setiap pekan, agar perubahan situasi dapat direspon secara cepat.

"Kita jangan terlalu euforia dengan angka yang baik ini. Memang sekarang, Indonesia termasuk yang cepat melakukan tindakan dan hasilnya cukup baik. Tapi tetap super hati-hati, kalau tidak ketat pada prokes, bukan tidak mungkin ini akan naik kembali dan memukul kita semua baik dari aspek ekonomi, maupun aspek kemanusiaan," tandasnya.

Halaman:
1
2
3

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Terkini

X