KPK Geledah Rumah Pengusaha Konstruksi di Banjarnegara, Ketua RT: Ada 10 Sertifikat Tanah Dibawa

- Rabu, 11 Agustus 2021 | 20:36 WIB
DATANGI GUDANG KONSTRUKSI: Tim penyidik KPK mendatangi gudang milik seorang pengusaha konstruksi di Desa Blambangan, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, dalam proses penyidikan dugaan kasus korupsi dan gratifikasi di Pemkab Banjarnegara. (SMBanyumas/Castro Suwito)
DATANGI GUDANG KONSTRUKSI: Tim penyidik KPK mendatangi gudang milik seorang pengusaha konstruksi di Desa Blambangan, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, dalam proses penyidikan dugaan kasus korupsi dan gratifikasi di Pemkab Banjarnegara. (SMBanyumas/Castro Suwito)

BANJARNEGARA, suaramerdeka-banyumas.com - Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sempat menggeledah rumah KA, seorang pengusaha konstruksi di Desa Blambangan, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Selasa (10/8/2021).

Kedatangan petugas KPK tersebut merupakan lanjutan dari penyidikan dugaan kasus tindak pidana korupsi dan gratifikasi di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarnegara, tahun 2017-2018.

Sekitar 1,5 jam kemudian, tim KPK meninggalkan rumah dan menuju gudang milik KA yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah KA.

Sekitar pukul 16.00, KPK meninggalkan gudang tersebut.

Baca Juga: Usut Korupsi Pemkab Banjarnegara, Penyidik KPK Geledah Kantor Penyedia Aspal di Purbalingga

Ketua RT 03 RW 07 Desa Blambangan, Waluyo mengatakan, dirinya diminta KPK untuk menyaksikan penggeledahan rumah KA.

Di sana, dia melihat petugas KPK membawa sejumlah dokumen, di antaranya berupa sertifikat tanah.

"Banyak yang saya baca semuanya itu unsurnya tanah, kalau mobil dan sebagainya tidak tahu. Sertifikatnya ada sekitar 10," jelasnya.

Rumah Dinas

Halaman:

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Tags

Terkini

Mahfud MD: Teroris Bukan Pejuang Agama!

Jumat, 9 Desember 2022 | 08:43 WIB

Status Vulkanik Gunung Semeru Meningkat Menjadi Awas

Minggu, 4 Desember 2022 | 15:08 WIB
X