Tekan Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak, Kemenkes Percepat Kedatangan Obat Fomepizole

- Senin, 24 Oktober 2022 | 21:37 WIB
KETERANGAN PERS: Menkes Budi Sadikin (kanan) didampingi Kepala BPOM, Penny Kusumastuti Lukito memberikan keterangan pers terkait kasus gagal ginjal akut pada anak di Istana Kepresidenan Bogor, Senin, 24 Oktober 2022. (SMBanyumas/tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden )
KETERANGAN PERS: Menkes Budi Sadikin (kanan) didampingi Kepala BPOM, Penny Kusumastuti Lukito memberikan keterangan pers terkait kasus gagal ginjal akut pada anak di Istana Kepresidenan Bogor, Senin, 24 Oktober 2022. (SMBanyumas/tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden )

BOGOR, suaramerdeka-banyumas.com - Kementerian Kesehatan akan mempercepat proses kedatangan obat Fomepizole ke Indonesia untuk menekan laju kasus gagal ginjal akut atipikal pada anak.

Hingga Senin, 24 Oktober 2022, kasus ini telah mencapai 245 anak dengan total 118 kematian.

"Hasil diskusi kita dengan WHO dan pemerintah Zambia, ditemukan obat yang namanya fomepizole. Sudah menerima 20 vial dari Singapura, kami menunggu mungkin dari Australia akan masuk 16 (vial) lagi malam ini atau besok pagi. Sedang proses beli dari Amerika yang punya stok tidak terlampau banyak, kita sekarang sedang proses beli dari Jepang. Mereka ada stoknya sekitar 2.000-an," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat memberi keterangan pers virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Senin, 24 Oktober 2022.

Baca Juga: Penyelidikan Obat Sirup, Tunggu Hasil dari Laboratorium

Terkait efektivitas obat ini, Budi menjelaskan, obat tersebut sudah diujicobakan kepada pasien.

Pasien gagal ginjal akut atipikal tidak bisa kencing atau mengeluarkan air seni.

Dari 10 pasien yang diberikan fomepizole, 7 orang di antaranya kondisinya sudah mulai membaik.

"Begitu dikasih obat mereka keluar sedikit demi sedikit, ada yang sudah mulai banyak, dan yang tadinya tidak sadar mulai sadar kembali. Kami simpulkan obat ini membawa dampak positif, dan kami akan percepat kedatangannya ke Indonesia, sehingga 245 (pasien) yang masuk dan masih agak bertambah sedikit itu kita bisa obati dengan baik," ujarnya.

Baca Juga: Sepanjang Dikonsumsi Sesuai Aturan, 133 Sirop Obat Aman Terdaftar BPOM Aman

Sebelumnya, Budi Sadikin mengumumkan, jumlah kasus gagal ginjal akut pada anak hingga Senin, 24 Oktober 2022 mencapai 245 kasus yang tersebar di 26 provinsi.

80 persen kasus terbanyak terjadi di DKI Jakarta, Jawa Barat, Aceh, Jawa Timur, Sumatera Barat, Bali, Banten dan Sumatera Utara dengan fatality rate presentasenya mencapai 57,6 persen atau 141 pasien meninggal.

Jumlah kasus ini sebenarnya mengalami kenaikan sejak bulan Agustus 2022. Sebelum itu, angka kematiannya normal atau kecil dari tahun ke tahun atau kecil di bawah 5. ***

Editor: Nugroho Pandhu Sukmono

Sumber: Youtube Sekretariat Presiden

Artikel Terkait

Terkini

X