Tingkatkan Kewaspadaan dan Pencegahan, Seluruh Apotek Diminta Tak Menjual Obat dalam Bentuk Cair

- Kamis, 20 Oktober 2022 | 09:58 WIB
206 Anak Indonesia Alami Gagal Ginjal, Kemenkes Harus Pastikan Nakes Tak Resepkan Obat Sirup (Ilustrasi)
206 Anak Indonesia Alami Gagal Ginjal, Kemenkes Harus Pastikan Nakes Tak Resepkan Obat Sirup (Ilustrasi)

PURWOKERTO, suaramerdeka-banyumas.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI meminta seluruh apotek untuk sementara tidak menjual obat bebas dan/atau bebas terbatas dalam bentuk cair/sirup kepada masyarakat sampai hasil penelusuran dan penelitian kasus gangguan ginjal akut pada anak tuntas.

Selain itu, untuk meningkatkan kewaspadaan dan dalam rangka pencegahan, Kemenkes sudah meminta tenaga kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan untuk sementara tidak meresepkan obat-obatan dalam bentuk sediaan cair/sirup.

"Kemenkes mengimbau masyarakat untuk pengobatan anak, sementara waktu tidak mengkonsumsi obat dalam bentuk cair/sirup tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan," kata juru bicara Kemenkes dr Syahril seperti dilansir banyumas.suaramerdeka.com dari laman sehatnegeriku.kemkes.go.id, Kamis 20 Oktober 2022.

Antisipasi dan kewaspadaan ini menyusul sejak akhir Agustus 2022, Kementerian Kesehatan dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah menerima laporan peningkatan kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal/Acute Kidney Injury (AKI) pada anak, utamanya di bawah usia 5 tahun.

Baca Juga: Kementerian Kesehatan Temukan Jejak Senyawa yang Diduga Picu Gagal Ginjal Akut, Pada Sampel Obat Pasien

Hingga 18 Oktober 2022, jumlah kasus yang dilaporkan sebanyak 206 dari 20 provinsi dengan angka kematian sebanyak 99 anak, di mana angka kematian pasien yang dirawat di RSCM mencapai 65%.

Dari hasil pemeriksaan, tidak ada bukti hubungan kejadian AKI dengan vaksin Covid-19 maupun infeksi Covid-19, karena gangguan AKI pada umumnya menyerang anak usia kurang dari 6 tahun, sementara program vaksinasi belum menyasar anak usia 1-5 tahun.

Kemenkes bersama BPOM, Ahli Epidemiologi, IDAI, Farmakolog dan Puslabfor Polri melakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab pasti dan faktor risiko yang menyebabkan gangguan ginjal akut.

Baca Juga: Janice, Gadis Purbalingga Wakil Jateng di Miss Teenager Indonesia 2022

Dalam pemeriksaan yang dilakukan terhadap sisa sampel obat yang dikonsumsi oleh pasien, sementara ditemukan jejak senyawa yang berpotensi mengakibatkan AKI. Saat ini Kemenkes dan BPOM masih terus menelusuri dan meneliti secara komprehensif termasuk kemungkinan faktor risiko lainnya.

Editor: Puji Purwanto

Sumber: sehatnegeriku.kemkes.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Presiden Jokowi Nyatakan Biaya Haji Masih Belum Final

Kamis, 26 Januari 2023 | 10:11 WIB

108 Lembaga Pengelola Zakat Tercatat Tak Berizin

Rabu, 25 Januari 2023 | 15:41 WIB

Lagi, Cianjur Diguncang Gempa Magnitudo 4,3

Selasa, 24 Januari 2023 | 09:44 WIB

Google Doodle Hari Ini Merayakan Tahun Baru Imlek

Minggu, 22 Januari 2023 | 08:15 WIB
X