Berkas Perkara Pembunuhan dan Penghalangan Penyidikan Pembunuhan Brigadir J Akan Digabung

- Kamis, 29 September 2022 | 08:03 WIB
Kejaksaan Agung
Kejaksaan Agung

JAKARTA, suaramerdeka-banyumas.com- Untuk efektivitas persidangan, Kejaksaan Agung (Kejagung) akan menggabungkan dua berkas perkara pembunuhan Brigadir J dan perkara penghalangan penyidikan atau obstruction of justice yang melibatkan Ferdy Sambo. 

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Fadil Zumhana menuturkan, penggabungan dua perkara diatur dalam Pasal 141 KUHAP dan saat proses sidang akan digabungkan dalam satu dakwaan.

“Jadi dua tindak pidana digabung, pakai ‘dan’, berarti dua tindak pidana,” ucapnya.

Baca Juga: Pemkab Banyumas Akui Ada Kelemahan dalam Pengelolaan DTKS

Ia mengatakan, penggabungan berkas perkara tersebut agar lebih efektif dalam persidangan.

“Untuk lebih efektif dalam proses persidangan, dua tindak pidana, satu tersangka kita gabung dalam satu dakwaan. Pertama dan kedua, kumulatif,” ujar Fadil. 

Jaksa Agung, Burhanuddin menjelaskan dua berkas perkara tindak pidana yang menjerat mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo memungkinkan untuk digabungkan menjadi satu dakwaan.

Baca Juga: Ini Lima Kesalahan yang Banyak Dilakukan Orang Berumur 40 Tahun ke Atas Menurut Ade Rai

"Memungkinkan dalam KUHAP. Kita mengarah ke situ. Yang jelas, kita sudah siapkan untuk kasus perkara F,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Susanto

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Warganet Bertanya-tanya, Kemana Si Oyen?

Jumat, 25 November 2022 | 09:43 WIB

Piala Dunia 2022: Maroko vs Kroasia Imbang 0-0

Kamis, 24 November 2022 | 06:18 WIB
X