Komnas Anti Kekerasan: Ada Pengakuan Putri Candrawathi Lebih Baik Mati

- Senin, 5 September 2022 | 09:04 WIB
Putri Candrawathi (tiktok.com/@revalalip)
Putri Candrawathi (tiktok.com/@revalalip)

 

JAKARTA, suaramerdeka-banyumas.com-Ketua Komnas Anti Kekerasan terhadap Perempuan Andy Yentriyani menyatakan dengan kasus yang dihadapi temasuk dugaan kekerasan seksual yang dialami Putri Candrawathi di Magelang serta berbagai hal membuat yang bersangkutan mengaku ingin mati.

Ditambahkan Andy, berdasarkan temuan timnya, terdapat keengganan dari yang bersangkutan untuk melaporkan kasus kekerasan seksual di Magelang 7 Juli 2022  sedari awal.

Terdapat sejumlah faktor yang mendukung hal itu, seperti rasa malu, menyalahkan diri sendiri, dan takut pada ancaman pelaku, serta dampak yang mungkin mempengaruhi seluruh kehidupannya dalam kasus ini.

Baca Juga: One Piece: 5 September, Happy Milad Sir Crocodile

"Posisi sebagai istri dari seorang petinggi kepolisian pada usia yang jelang 50 tahun, memiliki anak perempuan maupun laki-laki pada ancaman dan menyalahkan diri sendiri, sehingga merasa lebih baik mati. Ini disampaikan (Putri) berkali-kali," urai Andy.

Dugaan kuat adanya kekerasan seksual yang dilakukan Brigadir Novriansyah Yosua Hutabarat terjadi di Magelang, Jawa Tengah, pada 7 Juli 2022.

"Kami menemukan bahwa ada petunjuk-petunjuk awal yang perlu ditindaklanjuti oleh pihak penyidik baik dan keterangan P dan FS mengenai peristiwa ini," kata Andy di Kantor Komnas HAM Jakarta, Kamis (1 September 2022 sebagaimana dikutip dari laman PMJ News. 

Baca Juga: Generasi Muda Didorong Jadi Agen Gerakan Pluralisme

 

Halaman:

Editor: Susanto

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Warganet Bertanya-tanya, Kemana Si Oyen?

Jumat, 25 November 2022 | 09:43 WIB

Piala Dunia 2022: Maroko vs Kroasia Imbang 0-0

Kamis, 24 November 2022 | 06:18 WIB
X