Diduga Mata-mata Asing, Potret Patok Perbatasan dan Pos Penjagaan Militer, 3 WNI dan 3 WNA Ditangkap

- Sabtu, 23 Juli 2022 | 08:41 WIB
Keenam WNA dan WNI yang diduga mata-mata asing diamankan TNI AL di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (dok.TNI AL)
Keenam WNA dan WNI yang diduga mata-mata asing diamankan TNI AL di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (dok.TNI AL)

NUNUKAN, suaramerdeka-banyumas.com- Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial EW (23), TR (40), YY (40), dan Warga Negara Asing (WNA) berinisial LS (40), HK (40), dan BJ (45) yang diduga mata-mata asing ditangkap Satgas Marinir Ambalat XXVIII TNI AL BKO Guspurla Koarmada II di Pos Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

"Terdapat foto-foto bangunan pos penjagaan militer, patok perbatasan, pelabuhan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di galeri HP mereka, yang dilihat cara pengambilannya dilakukan secara sembunyi-sembunyi" ujar Victor Aji dikutip dari laman resmi TNI AL, Jumat 22 Juli 2022. 

Penangkapan bermula ketika prajurit jaga Pos Sei Pancang Kopda Mar Mochamad Arif melihat mobil hitam akan melintas di depan pos, Rabu, 20 Juli 2022.

Baca Juga: Moeldoko Nyatakan Pasokan Gandum Tergantung Rusia Ukraina, Siap-siap Harga Mie Instan, Minyak dan Pupuk Naik

Petugas memberhentikan kendaraan tersebut untuk memeriksa orang, dokumen dan barang yang berada di dalam mobil.

Penumpang dan pengemudi kemudian diarahkan untuk turun dan dilakukan pemeriksaan lanjutan di dalam pos.

Komandan Pos Sei Pancang Lettu Mar Victor Aji Hersanto melakukan pengecekan terhadap kelengkapan dokumen dan handphone (HP) milik WNA.

Baca Juga: Autopsi Ulang itu Pembukitan Akhir Memastikan Sebab Kematian

“Pengambilan foto-foto secara ilegal ini dapat dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Nomor 19 tahun 2016.

Selanjutnya, enam orang tersebut kami serahkan kepada pihak Imigrasi Sebatik untuk dilakukan proses selanjutnya dengan mengamankan para pelaku ke kantor Imigrasi Nunukan," jelas Andreas.

Penemuan tersebut kemudian dilaporkan ke Dansatgasmar Ambalat XXVIII Kapten Marinir Andreas Parsaulian Manalu, yang kemudian menghubungi Tim Kopaska, BIN, BAIS, SGI, Intel Kodim 0911, Polsek Sebatik Timur dan Imigrasi untuk koordinasi dan penanganan lanjutan.***

Editor: Susanto

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Presiden Jokowi Nyatakan Biaya Haji Masih Belum Final

Kamis, 26 Januari 2023 | 10:11 WIB

108 Lembaga Pengelola Zakat Tercatat Tak Berizin

Rabu, 25 Januari 2023 | 15:41 WIB

Lagi, Cianjur Diguncang Gempa Magnitudo 4,3

Selasa, 24 Januari 2023 | 09:44 WIB

Google Doodle Hari Ini Merayakan Tahun Baru Imlek

Minggu, 22 Januari 2023 | 08:15 WIB
X