Keluarga Brigadir J Minta Autopsi Ulang Lewat Tim Independen, Kompolnas Minta Autopsi Ulang Segera Dijadwalkan

- Kamis, 21 Juli 2022 | 10:15 WIB
Kapolda Jambi Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo saat melayat dan berencana akan mengirimkan dokter dan tim trauma healing untuk ibu kandung brigadir J atau Yoshua. (SM Banyumas/Foto: PMJ News)
Kapolda Jambi Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo saat melayat dan berencana akan mengirimkan dokter dan tim trauma healing untuk ibu kandung brigadir J atau Yoshua. (SM Banyumas/Foto: PMJ News)
 

JAKARTA, suaramerdeka-banyumas.com - Merasakan banyak kejanggalan pada kematian Brigadir J, keluarga Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J menyatakan menolak hasil autopsi yang dilakukan RS Polri dan meminta ada autopsi ulang.

"Kami menolak dan memprotes hasil yang kemarin itu karena kredibilitasnya. Kami mohon dibentuk tim yang baru supaya legal dan dapat dipercaya. Supaya kredibilitasnya bisa dipercaya dan autentik," ungkap Pengacara keluarga Brigadir J, Kamarudin Simanjuntak sebagaimana dikutip dari laman resmi Polda Metro Jaya.  

Keluarga meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk tim independen untuk mengautopsi ulang jenazah tersebut. 

Baca Juga: Usai Kadiv Propam Polri, Karo Paminal Divisi Propam Polri dan Kapolres Jakarta Selatan Kini Dicopot

"Kami memohon kepada Bapak Kapolri untuk membentuk tim yang membentuk independen yang melibatkan dokter-dokter yang lain, dokter dari RSPAD, yang kedua RS Angkatan Laut, ketiga RSCM, terus dari rumah sakit swasta," katanya 

Kamarudin menyebut tim independen diperlukan untuk melakukan autopsi ulang karena pihak keluarga merasa banyak kejanggalan dari kematian Brigadir J.

"Mereka bekerja bersama-sama agar ini semua bisa transparan, mengapa kita menolak autopsi yang lalu karena kan matinya itu tembak-tembakan, tapi dari RS Polri tidak ada komentar," tuturnya.

Baca Juga: Penanganan Dugaan Penyimpangan Pembangunan Jembatan Merah di Purbalingga Masuk Tahap Penyidikan

"Harusnya berdasarkan penjelasan Karo Penmas, yang mereka periksa itu harusnya kan tembak menembak tapi tidak ada protes seharusnya mereka protes," sambungnya.

Halaman:

Editor: Susanto

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Presiden Jokowi Nyatakan Biaya Haji Masih Belum Final

Kamis, 26 Januari 2023 | 10:11 WIB

108 Lembaga Pengelola Zakat Tercatat Tak Berizin

Rabu, 25 Januari 2023 | 15:41 WIB

Lagi, Cianjur Diguncang Gempa Magnitudo 4,3

Selasa, 24 Januari 2023 | 09:44 WIB

Google Doodle Hari Ini Merayakan Tahun Baru Imlek

Minggu, 22 Januari 2023 | 08:15 WIB
X