Ini Lima Fakta Pencabulan Tiga Murid oleh Oknum Guru Agama SMP Negeri di Tangerang

- Rabu, 20 Juli 2022 | 07:57 WIB
Ilustrasi untuk berita tiga siswa SMP Negeri di Tangerang jadi korban pencabulan guru agama sendiri (SM Banyumas/Pexel Karolina Grabowska)
Ilustrasi untuk berita tiga siswa SMP Negeri di Tangerang jadi korban pencabulan guru agama sendiri (SM Banyumas/Pexel Karolina Grabowska)

TANGERANG, suaramerdeka-banyumas.com-AR (28) oknum guru SMP negeri di Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang digelandang polisi karena dugaan pencabulan kepada tiga remaja putra yang merupakan muridnya sendiri.

Dari keterangan pihak Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan terungkap sejumlah fakta mulai dari profesi, motif, modus hingga kronologi pencabulan terhadap tiga siswa AR yang kini telah menjadi tersangka kasus tersebut.

Berikut ini lima fakta terkait kasus pencabulan tiga siswa oleh guru agama di Tangerang:

Baca Juga: Jadwal FIlm Bioskop yang Sedang DIputar di Rajawali Cinema Purwokerto

1. AR merupakan guru agama, pelatih ekstrakulikuler Pramuka dan Paskibra dan telah berkeluarga serta memiliki istri dan anak.
2. mengatakan pelaku yang ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka berinisial AR (28), seorang guru agama serta pelatih ekskul pramuka dan paskibra.
3.Tiga korban pencabulan adalah siswa laki-laki yaitu RPH (13), JRF (14), dan AHRJ (17).
4. Saat beraksi tersangka mengancam akan mengeluarkan korban dari pasukan khusus Pramuka dan Paskibra jika tak mau menuruti kemauannya.
5. AR melakukan aksi pencabulan di kamar mandi sekolah. Selain itu, tersangka juga pernah melakukannya di luar sekolah saat kegiatan Pramuka.

Baca Juga: Ini Kronologi Dugaan Penipuan Bermodus Penyewaan Mobil yang Rugikan Jessica Iskandar Rp 9,8 Miliar

Selain menangkap tersangka, penyidik turut pula mengamankan beberapa barang bukti. Di antaranya, baju yang digunakan korban dan hasil visum et repertum.

"Kemudian barang bukti yang diamankan dalam kasus ini di antaranya adalah baju yang digunakan pada saat kejadian dan hasil visum,” jelas Zulpan sebagaimana dikutip dari laman resmi Polda Metro Jaya.

Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang PERPPU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang dengan pidana paling lama 15 tahun.

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Piala Dunia 2022, Kamerun vs Serbia 3-3

Selasa, 29 November 2022 | 08:55 WIB

Warganet Bertanya-tanya, Kemana Si Oyen?

Jumat, 25 November 2022 | 09:43 WIB

Piala Dunia 2022: Maroko vs Kroasia Imbang 0-0

Kamis, 24 November 2022 | 06:18 WIB
X