Soal Penembakan Brigadir J, Presiden Jokowi : Proses Hukum Harus Dilakukan

- Rabu, 13 Juli 2022 | 09:28 WIB
PRESIDEN RI Joko Widodo (Jokowi) saat menyampaikan duka cita dan belasungkawa atas meninggalnya Eril putra sulung Ridwan Kamil (SM Banyumas/Dok BPMI Setpres)
PRESIDEN RI Joko Widodo (Jokowi) saat menyampaikan duka cita dan belasungkawa atas meninggalnya Eril putra sulung Ridwan Kamil (SM Banyumas/Dok BPMI Setpres)

 

JAKARTA, suaramerdeka-banyumas.com- Insiden penembakan terhadap Brigadir J atau Nopryansah Yosua Hutabarat yang dilakukan Bharada E di rumah dinas Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo, mendapat tanggapan dari Presiden Joko Widodo.

Presiden Jokowi mengungkapkan, proses hukum harus dilakukan terhadap kasus tersebut.

"Ya proses hukum harus dilakukan," tutur Jokowi kepada awak media di Subang, Jawa Barat, Selasa 12 Juli 2022 sebagaimana dilansir dari PMJ News. 

Baca Juga: Kapolri: Kasus Penembakan di Rumah Kadiv Propam Mabes Polri Kedepankan Investigasi Ilmiah

Untuk diketahui, kasus penembakan polisi terhadap polisi ini menyita perhatian dari berbagai pihak.

Polri mengungkap aksi penembakan berawal dari Brigadir J yang masuk ke kamar pribadi Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambi saat sang istri sedang beristirahat

"Seperti yang saya jelaskan, peristiwa itu terjadi ketika Brigadir J memasuki kamar pribadi Kadiv Propam di mana saat itu istri Kadiv Propam sedang istirahat," ungkap Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada pewarta.

Baca Juga: Irjen Ferdy Sambo, Mantan Kapolres Purbalingga yang Rumahnya Jadi Lokasi Baku Tembak Menewaskan Brigadir J

Menurut Ramadhan, saat itu Brigadir J melakukan pelecehan terhadap istri Sambo serta menodongkan pistol ke kepalanya.

Halaman:

Editor: Susanto

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mahfud MD: Teroris Bukan Pejuang Agama!

Jumat, 9 Desember 2022 | 08:43 WIB

Status Vulkanik Gunung Semeru Meningkat Menjadi Awas

Minggu, 4 Desember 2022 | 15:08 WIB
X