Resmi Jadi Tersangka, Pelaku Pencabulan Santriwati di Jombang Terancam Tiga Pasal Berlapis

- Jumat, 8 Juli 2022 | 21:20 WIB
Anak kyai Ponpes Shiddiqiyah Jombang, MSAT didakwa 3 pasal berlapis. (Twitter PMJ News)
Anak kyai Ponpes Shiddiqiyah Jombang, MSAT didakwa 3 pasal berlapis. (Twitter PMJ News)

Suaramerdeka-banyumas.com- Resmi jadi tersangka dan dijemput paksa oleh Polda Jawa Timur akibat kasus pelecehan seksual terhadap santriwati,  Mochamad Subchi Azal Tsani (MSAT)  terancam tiga pasal berlapis hukum pidana. 

Hal itu disampaikan Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati Jatim, Jaksa Utama Pratama Sofyan di Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Surabaya di Medaeng Sidoarjo, Jumat 8 Juli 2022. 

Diketahui, tersangka MSAT merupakan warga asal Kecamatan Ploso, Jombang, Jawa Timur. Ia adalah pengurus sekaligus anak kiai ternama dari salah satu pesantren di wilayah tersebut.

Baca Juga: Jikun Sprain, Daeng Oktav hingga Santet Getarkan Panggung Purbalingga Rock Parade 2022

Pada Oktober 2019, MSAT dilaporkan ke Polres Jombang atas dugaan pencabulan terhadap perempuan di bawah umur asal Jawa Tengah dengan Nomor LP:LPB/392/X/RES/1.24/2019/JATIM/ RESJBG.

Korban pencabulan merupakan salah satu santri atau anak didik MSAT di pesantren.

Selama disidik oleh Polres Jombang, MSA diketahui tidak pernah sekalipun memenuhi panggilan penyidik.

Baca Juga: KPK Datangi Purbalingga, Ada Apa?

Anak Kyai dari Pondok Pesantren Shiddiqiyah, Losari, Ploso, Jombang bernama Mochamad Subchi Azal Tsani (MSAT) resmi menjadi tersangka usai dijemput paksa oleh pihak kepolisian dalam kasus dugaan pelecehan seksual kepada santriwati.

Ia juga didakwa tiga pasal berlapis oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur (Jatim).

"Kami secara resmi sudah menerima tahap kedua penyerahan tersangka MSAT dan barang bukti dari Polda Jatim," kata Sofyan. 

Baca Juga: Ini Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan Penyediaan Daging Halal Dalam Kurban

Ditambahkan Sofyan, tersangka yang biasa dipanggil Mas Subchi itu didakwa pasal 285 KUHP jo pasal 65 KUHP ancaman pidana 12 tahun dan atau pasal 289 KUHP jo pasal 65 KUHP ancaman pidana sembilan tahun dan atau pasal 294 ayat 2 KUHP jo pasal 65 KUHP dengan ancaman pidana tujuh tahun.

"Kami akan segera limpahkan ke Pengadilan Negeri Surabaya dan akan ditindaklanjuti dengan persidangan," urainya.***

Halaman:

Editor: Susanto

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X