Transaksi ACT Capai Rp 1 Triliun, PPATK Menduga Uang Tak Langsung Disumbangkan Tapi Dikelola untuk Bisnis

- Kamis, 7 Juli 2022 | 08:25 WIB
DANA ACT diduga PPATK tidak langsung digunakan tapi dikelola bsecara bisnis ke bisnis (SM Banyumas/dok)  (relawan.id)
DANA ACT diduga PPATK tidak langsung digunakan tapi dikelola bsecara bisnis ke bisnis (SM Banyumas/dok) (relawan.id)

JAKARTA, suaramerdeka-banyumas.com- Transaksi sejumlah 60 rekening atas nama Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) sejak Rabu 6 Juli 2022 mulai diblokir sementara oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan menyatakan PPATK telah melakukan analisis terkait Yayasan ACT sejak 2018-2019 sesuai kewenangan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 dan Perpres Nomor 50 Tahun 2011.

Aktivitas dana masuk dan dana keluar nilainya mencapai triliunan per tahun.

Baca Juga: Ke Pasar Banyumas, Puan Maharani Disambut Spanduk 2024 Mbak Puan Presidenku

"Jadi dana masuk dana keluar per tahun itu perputarannya sekitar Rp1 triliun, jadi bisa dibayangkan itu memang banyak," jelasnya sebagaimana dikutip PMJ News. 

Ivan menjelaskan jumlah transaksi yang mencapai 1 Triliun itu berasal dari  transaksi atas 60 rekening atas nama entitas yayasan tadi di 33 penyedia jasa keuangan.

Terkait hal inilah 33 penyedia jasa keuangan itu langsung dihentikan aktivitasnya. 

Baca Juga: Resmikan Pasar Banyumas, Begini Ajakan Puan Maharani

Dari penelusuran PPATK, kata Ivan, diduga aliran dana yang dihimpun ke rekening ACT ini tidak langsung disumbangkan.

Halaman:

Editor: Susanto

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Presiden Jokowi Nyatakan Biaya Haji Masih Belum Final

Kamis, 26 Januari 2023 | 10:11 WIB

108 Lembaga Pengelola Zakat Tercatat Tak Berizin

Rabu, 25 Januari 2023 | 15:41 WIB

Lagi, Cianjur Diguncang Gempa Magnitudo 4,3

Selasa, 24 Januari 2023 | 09:44 WIB

Google Doodle Hari Ini Merayakan Tahun Baru Imlek

Minggu, 22 Januari 2023 | 08:15 WIB
X