Ini Ketentuan Umum dan Khusus Penyelenggaraan Ibadah Kurban di Masa PMK Menurut Kemenag

- Minggu, 26 Juni 2022 | 15:31 WIB
BERKURBAN di masa wabah PMK, warga diminta perhatikan hukum, kriteria hingga tempat penyembelihan hewan kurban sebagaimana edaran dari Kemenag (SM Banyumas/Pixabay)
BERKURBAN di masa wabah PMK, warga diminta perhatikan hukum, kriteria hingga tempat penyembelihan hewan kurban sebagaimana edaran dari Kemenag (SM Banyumas/Pixabay)

 

JAKARTA, suaramerdeka-banyumas.com-  Untuk kelancaran, keamanan hingga terselenggaranya ibadah kurban yang benar sesuai syariat Islam di masa pandemi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), umat Islam di Indonesia diimbau memperhatikan ketentuan umum dan khusus penyelenggaran ibadah Idul Adha dan Kurban yang diterbitkan Kementerian Agama. 

Sebagaimana dijelaskan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, Ketentuan dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE 10 Tahun 2022 tentang Pandauan Penyelenggaraan Salat Hari Raya Idul Adha dan Pelaksanaan Kurban Tahun 1443 Hijriah/2022 Masehi ini diterbitkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman dalam beribadah Idul Adha dan Kurban di masa pandemi PMK saat ini. 

Berikut ini ketentuan umum dan ketentuan khusus yang perlu diperhatikan warga muslim di daerah yang bebas, tertular hingga terduga ada wabah PMK di sekitarnya. 

Baca Juga: Menag: Ingin Berkuban, Warga di Daerah Tertular atau Terduga PMK Diminta Sembelih Hewan Kurban di RPH

Dalam ketentuan ini dijelaskan secara detail mulai dari hukum kurban dan ketentuan penyembelihan hewan kurban dan lainnya sebagai berikut: 

Ketentuan Umum

a. Umat Islam menyelenggarakan salat Hari Raya Idul Adha dan melaksanakan kurban mengikuti ketentuan syariat Islam

b. Dalam penyelenggaraan salat Hari Raya Idul Adha dan pelaksanaan ibadah kurban, pengurus dan pengelola masjid/musala memperhatikan Surat Edaran Menteri Agama mengenai pelaksanaan kegiatan peribadatan/keagamaan di tempat ibadah pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat sesuai dengan status level wilayah masing-masing dan menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga: Terhempas Angin dan Ombak Besar, Kapal Tongkang Terdampar di Pantai Jetis

c. Pengurus dan pengelola masjid/musala sebagaimana dimaksud dalam huruf b wajib menunjuk petugas yang memastikan sosialiasi dan penerapan protokol kesehatan kepada seluruh jemaah

Halaman:

Editor: Susanto

Sumber: Kemenag

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemecatan Ferdy Sambo Bukti Komitmen Tegas Polri

Jumat, 23 September 2022 | 08:24 WIB
X