Menag: Ingin Berkuban, Warga di Daerah Tertular atau Terduga PMK Diminta Sembelih Hewan Kurban di RPH

- Minggu, 26 Juni 2022 | 15:08 WIB
WARGA di wilayah terserang wabah PMK, diminta menyembelihkan hewan kurbannya di RPH sesuai edaran penyelengaraan ibadah Idul Adha dan Kurban dari Kementerian Agama (SM Banyumas/Dok pixabay)
WARGA di wilayah terserang wabah PMK, diminta menyembelihkan hewan kurbannya di RPH sesuai edaran penyelengaraan ibadah Idul Adha dan Kurban dari Kementerian Agama (SM Banyumas/Dok pixabay)

JAKARTA, suaramerdeka-banyumas.com- Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta kepada warga yang berada di daerah wabah, tertular atau terduga Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) diminta untuk menyembelihkan hewan kurbannya di Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

Bagi umat Islam yang berniat berkurban dan berada di daerah wabah atau terluar dan daerah terduga PMK, Menag mengimbau untuk melakukan penyembelihan di Rumah Potong Hewan (RPH). 

“Atau, menitipkan pembelian, penyembelihan, dan pendistribusian hewan kurban kepada Badan Amil Zakat, Lembaga Amil Zakat, atau lembaga lainnya yang memenuhi syarat," katanya usai menerbitkan panduan penyelenggaraan Salat Hari Raya Idul Adha dan Pelaksanaan Kurban Tahun 1443 Hijriah/2022 Masehi. 

Baca Juga: Terhempas Angin dan Ombak Besar, Kapal Tongkang Terdampar di Pantai Jetis

Gus Menteri mengimbau umat Islam untuk membeli hewan kurban yang sehat dan tidak cacat sesuai dengan kriteria, serta menjaganya agar tetap dalam keadaan sehat hingga hari penyembelihan.

Gus Menteripun menyatakan soal hukum kurban bagi umat Islam di tengah maraknya wabah PMK saat ini. 

"Bagi umat Islam, menyembelih hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha hukumnya sunnah muakkadah. Namun demikian, umat Islam diimbau untuk tidak memaksakan diri berkurban pada masa wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK),” pesan Menag.

Baca Juga: Insentif Bagi Pengusaha, Inovasi Menarik Investor ke Purbalingga

Menag berharap dengan edaran yang diterbitkan tersebut dapat memberikan rasa aman kepada umat Islam dalam penyelenggaraan salat Hari Raya Idul Adha dan pelaksanaan kurban tahun 1443 H/2022 M di tengah wabah penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak.

Halaman:

Editor: Susanto

Sumber: Kemenag

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X