Luhut : Penjualan dan Pembelian Minyak Goreng Curah Akan Gunakan PeduliLindungi

- Sabtu, 25 Juni 2022 | 08:17 WIB
Kapolri mengecek ketersedian minyak goreng. (SM Banyumas/DOK foto  PMJ News)
Kapolri mengecek ketersedian minyak goreng. (SM Banyumas/DOK foto PMJ News)

Untuk memantau tata kelola distribusi minyak goreng curah rakyat (MGCR) menjadi lebih akuntabel dan bisa terpantau mulai dari produsen hingga konsumen, Pemerintah mulai hari Senin, 27 Juni 2022 akan memulai sosialisasi dan transisi perubahan sistem penjualan dan pembelian minyak goreng curah.

"Nantinya sosialisasi akan terpusat melalui kanal media sosial @minyakita.id dan juga www.linktr.ee/minyakita," imbuhnya.

Baca Juga: Di mana Lokasi Road Poneglyph Terakhir? Oda Berikan Bocoranya

Dijelaskan Luhut, saat ini setelah masa sosialisasi selesai, semua penjualan dan pembelian minyak goreng curah akan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Sementara masyarakat yang belum punya PeduliLindungi tidak perlu merasa khawatir, karena masih bisa membeli dengan menunjukkan NIK untuk bisa mendapatkan minyak goreng curah dengan harga eceran tertinggi (HET)

"Pembelian minyak goreng curah di tingkat konsumen pun akan dibatasi maksimal 10 kg untuk satu NIK per harinya dan dijamin bisa diperoleh dengan HET, yakni Rp14.000 per liter atau Rp15.500 per kilogram.

Baca Juga: Soal Hukum Kurban di Masa Pandemi PMK, Menag Yaqut Akan Koordinasi dengan Ormas Islam

Jumlah tersebut kami anggap sudah mencukupi untuk kebutuhan rumah tangga bahkan pengusaha usaha-usaha kecil.

Minyak goreng curah dengan harga tersebut bisa diperoleh di penjual atau pengecer yang terdaftar resmi dalam program Simirah 2.0 dan juga melalui Pelaku Usaha Jasa Logistik dan Eceran (PUJLE), yakni Warung Pangan dan Gurih," katanya. ***



Halaman:

Editor: Susanto

Sumber: Instagram @luhut.pandjaitan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X