Cegah Penyebaran PMK, Pemerintah Lakukan Pembatasan Mobilitas Hewan Ternak di Daerah Zona Merah

- Kamis, 23 Juni 2022 | 16:26 WIB
SAPI Perah di Pasar Hewan Ajibarang yang menjadi sasaran pemeriksaan petugas kesehatan hewan dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Banyumas Rabu 11 Mei 2022.(SM Banyumas/Dok)
SAPI Perah di Pasar Hewan Ajibarang yang menjadi sasaran pemeriksaan petugas kesehatan hewan dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Banyumas Rabu 11 Mei 2022.(SM Banyumas/Dok)

JAKARTA, suaramerdeka-banyumas.com - Penyebaran penyakin mulut dan kuku (PMK) di tanah air mendapat perhatian serius dari Pemerintah.

Pemerintah akan menerapkan pembatasan berbasis mikro bagi mobilitas hewan ternah
di daerah zona merah atau daerah terdampak PMK.

Hal ini dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon) Airlangga
Hartarto usai rapat perkembangan dan penanganan kasus PMK, yang dipimpin oleh
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis
23 Juni 2022.

Menurut Menko Ekon Airlangga Hartarto, bagi daerah berbasis level mikro akan
diberikan larangan hewan hidup, dalam hal ini sapi untuk bergerak, terutama di
daerah zona merah.

Daerah merah di Indonesia ini terdapat 4.614 kecamatan atau di 38 persen dari
1.765 kecamatan.

Baca Juga: Stok Daging Sapi Dalam Negeri Dipastikan Aman

"Detail mengenai pembatasan ini akan dituangkan lebih lanjut dalam Instruksi
Menteri Dalam Negeri (Inmendagri)," ujarnya.

Selain menerapkan pembetasan level mikro, Pemerintah kini tengah mengintensifkan
vaksinasi PMK bagi hewan ternak.

Vaksinasi ini sudah dilaksanakan secara serentak di daerah terdampak PMK yang
diawali dari Jawa Timur.

Halaman:

Editor: Puji Purwanto

Sumber: Setkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X