Rangkul PAN Masuk Kabinet, Jokowi Ingin Tunjukkan Posisi Tawar di 2024

- Jumat, 17 Juni 2022 | 07:28 WIB
INDARU Setyo Nurprojo (SM Banyumas/Agus Wahyudi)
INDARU Setyo Nurprojo (SM Banyumas/Agus Wahyudi)
PURWOKERTO,suaramerdeka-banyumas.com-Pengamat politik dari FISIP Unsoed Purwokerto, Dr Indaru Setyo Nurprojo menilai, masuknya Ketua Umum PAN ke dalam kabinet Presiden Jokowi menjadi hal menarik. 
 
Hal ini menunjukkan, bahwa menjelang masa akhir jabatannya, pemerintahan Jokowi makin solid. Tidak ada kekuatan lain (parpol), selain PKS dan Demokrat, yang berseberangan.
 
"Ini untuk memberikan sinyal seolah sudah tidak ada kekuatan lain yang berseberangan. Ini sama menariknya, Projo (Pro Jokowi) menjelang Pemilu 2024 masih terkoordinir kuat.  Jokowi juga tidak menghilangan pola dan caranya. Seolah ia masih menjago lagi di Pemilu 2024," kata doktor lulusan UGM, Kamis 16 Juni 2022.
 
 
Dengan masuknnya Zulkifli Hasan ini, lanjut Indaru, ini sekaligus Jokowi ingin menunjukkan masih memiliki posisi tawar, meski di 2024 nanti tidak bisa maju lagi. 
 
"Artinya sapa pun yang akan maju menjadi calon presiden, Jokowi masih diperhitungkan karena masih punya kendaraan Projo dan memiliki bargaining dengan kekuatan partai politik.
 
Rekomendasi siapa yang akan menjajdi calon presiden 2024, sangat mungkin berasal dari rekomendasi Projo," nilainya.
 
Selain itu, kata Indaru, Jokowi juga punya kepentingan ke depan untuk mengamankan program-program  utuk Inonesia yang tengah berjalan atau yang akan berlanjut pasca masa tugasnya selesai.
 
"Jokowi masih punya kepentingan bagi desain-desain untuk Indonesia ke depan terkait dengan pembangunan maupun penataan-penataan lainnya, seperti IKN," kata dia.
 
Indaru melihat, dengan dirangkulnya PAN, menunjukkan Jokowi posisinya makin kuat, makin strategis untuk diperhitungkan, karena semua partai sudah ada di kabinet.
 
 
Mereka-mereka yang berkepentingan dengan Pemilu2024, katanya, membutuhkan bendera, membutuhkan alat. Dan Jokowi, menjadi salah satu dari hal itu.
 
"Ketika semua partai politik sudah dalam komunikasi dengan Jokowi, ini tentu akan menjadi pertimbangan.
 
Kedua adalah, ketika kekuatan Jokowi melalui Projo juga strategis.
Sehingga mereka yang masuk dalam kabinet dan berkepentingan dengan 2024, maka akan bekerja dengan baik dalam menjalankan program-programnya," nilai dia.
 
 
Soal PAN yang semula beroposisi, kini mask dalam koalisi pemerintah, kata Indaru, hal itu sah-sah saja dilakukan. pasalnya, semua partai politik pastiakan menunjukkan eksistensi dan kekuatannya serta berusaha merebut simapti publik.
 
"Dalam kontek politik Jokowi, masuknnya PAN ini, sebagai sebuah dinamika politik yang lumrah.  Dan ini menjadi posisi yang tarik menarik, siapa yang punya poin strategis untuk 2024 antara Jokowi dengan partai-partai," tandasnya.***
 
 

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Presiden Jokowi Nyatakan Biaya Haji Masih Belum Final

Kamis, 26 Januari 2023 | 10:11 WIB

108 Lembaga Pengelola Zakat Tercatat Tak Berizin

Rabu, 25 Januari 2023 | 15:41 WIB

Lagi, Cianjur Diguncang Gempa Magnitudo 4,3

Selasa, 24 Januari 2023 | 09:44 WIB

Google Doodle Hari Ini Merayakan Tahun Baru Imlek

Minggu, 22 Januari 2023 | 08:15 WIB
X