Ini Sebab Daftar Tunggu Keberangkatan Haji Sejumlah Provinsi Sampai 90 Tahun Menurut Kemenag

- Kamis, 16 Juni 2022 | 07:26 WIB
CALON Jemaah haji cadangan yang telah lunas biaya haji dan melakukan konfirmasi keberangkatan mengisi sisa kuota 2.531 calon jemaah haji reguler yang gagal berangkat.(SM Banyumas/PIXABAY
CALON Jemaah haji cadangan yang telah lunas biaya haji dan melakukan konfirmasi keberangkatan mengisi sisa kuota 2.531 calon jemaah haji reguler yang gagal berangkat.(SM Banyumas/PIXABAY

JAKARTA, suaramerdeka-banyumas.com-Kasubdit Siskohat Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Hasan Afandi menjelaskan bahwa mundurnya estimasi keberangkatan disebabkan bilangan pembagi daftar tunggunya didasarkan pada kuota haji tahun berjalan.

Tertundanya keberangkatan haji pada masa pandemi Covid-19 juga menjadi faktor daftar tunggu keberangkatan haji ini terjadi.

Hal inilah yang menjadikan daftar tunggu ibadah haji sebagaimana tersaji dalam aplikasi Haji Pintar atau website Ditjen PHU menunjukkan waktu keberangkatan yang semakin lama. Bahkan masa tunggu keberangkatan haji beberapa provinsi lebih dari 90 tahun.

Baca Juga: Jadi Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan Akan Belajar Cepat Tangani Masalah Minyak Goreng

“Estimasi keberangkatan selalu menggunakan angka kuota tahun terakhir sebagai angka pembagi.

Tahun ini kebetulan kuota haji Indonesia hanya 100.051 atau sekitar 46% dari kuota normal tahun-tahun sebelumnya,” terang Hasan Afandi yang saat ini tengah bertugas sebagai Kabid Siskohat di Kantor Urusan Haji Jeddah, Rabu 15 Juni 2022.

Menurut Hasan, sebelum ada kepastian kuota penyelenggaraan haji 1443 H pada pertengahan Mei 2022, maka bilangan asumsi yang digunakan sebagai bilangan pembagi masih menggunakan kuota berdasarjan MoU penyelenggaraan haji 2020 (pada akhirnya ada kebijakan membatalkan keberangkatan karena pandemi Covid-19), yaitu 210ribu.

Baca Juga: Taklukkan Kecamatan Sumbang, Skuad Sokaraja Kampiun Kejuaraan Sepakbola U-12 Banyumas

Sejak ada kepastian bahwa kuota haji 1443 H adalah sekitar 100ribu, maka bilangan pembaginya mengalami penyesuaian.

Halaman:

Editor: Susanto

Sumber: Kemenag

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Presiden Jokowi Nyatakan Biaya Haji Masih Belum Final

Kamis, 26 Januari 2023 | 10:11 WIB

108 Lembaga Pengelola Zakat Tercatat Tak Berizin

Rabu, 25 Januari 2023 | 15:41 WIB

Lagi, Cianjur Diguncang Gempa Magnitudo 4,3

Selasa, 24 Januari 2023 | 09:44 WIB

Google Doodle Hari Ini Merayakan Tahun Baru Imlek

Minggu, 22 Januari 2023 | 08:15 WIB
X