Ini Langkah Antisipasi yang Perlu Diperhatikan Bagi Calon Jemaah Haji

- Jumat, 3 Juni 2022 | 11:47 WIB
Foto Ilustrasi : Jemaah calon haji Kabupaten Purbalingga mengikuti bimbingan manasik di Tien Catering, Sabtu (28/5).  (SM/Arief Noegroho)
Foto Ilustrasi : Jemaah calon haji Kabupaten Purbalingga mengikuti bimbingan manasik di Tien Catering, Sabtu (28/5). (SM/Arief Noegroho)

JAKARTA, suaramerdeka-banyumas.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan kepada para jemaah haji Indonesia untuk melakukan langkah antisipasi melaksanakan ibadah haji di tanah suci.

Beberapa langkah pokok yang perlu diantsipasi jemaah, antara lain pandemi belum selesai begitu juga penyakit menular lainnya, untuk itu para jemaah haji diminta tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kemudian, terkait dengan suhu ektrem, para jemaah disarankan untuk menghindari paparan panas di luar gedung, selalu menggunakan APD seperti topi, sun block, kacamata hitam, sesering mungkin menyemprotkan tubuh dengan cairan yang diberikan, dan tidak menggunakan baju hitam atau gelap karena akan menyerap panas.

Antisipasi lain hindari kelelahan yang berlebihan. Untuk itu jemaah diminta fokus pada wajib hajinya yaitu pada arofah, muzdalifah dan armina.

"Silahkan melakukan aktivitas ibadah yang lainnya namun disesuaikan, jemaah punya cukup waktu untuk melakukan ibadah-ibadah sunah," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, dr. Budi Sylvana, MARS seperti dilansir banyumas.suaramerdeka.com dari laman sehatnegeriku.kemkes.go.id, Jumat 3 Juni 2022.

Baca Juga: Jelang Keberangkatan Jemaah Haji, Kemenkes Galakkan Vaksinasi Booster

Dokter Budi menambahkan, pihak General Authority of Civil Aviation of Saudi Arabia (GACA) atau otoritas penerbangan di Arab Saudi baru saja mengkonfirmasi terkait syarat PCR Negative bagi para calon haji.

Jika semula diminta hasil PCR sudah keluar maksimal 48 jam sebelum keberangkatan, kini syarat tersebut berubah menjadi 72 jam sebelum keberangkatan sudah keluar hasilnya.

"Tadi pagi kita mendapatkan suratnya, dikoreksi oleh GACA syarat memasuki Saudi adalah hasil PCR harus sudah keluar 72 jam sebelum berangkat," katanya.

Halaman:

Editor: Puji Purwanto

Sumber: sehatnegeriku.kemkes.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Presiden Jokowi Nyatakan Biaya Haji Masih Belum Final

Kamis, 26 Januari 2023 | 10:11 WIB

108 Lembaga Pengelola Zakat Tercatat Tak Berizin

Rabu, 25 Januari 2023 | 15:41 WIB

Lagi, Cianjur Diguncang Gempa Magnitudo 4,3

Selasa, 24 Januari 2023 | 09:44 WIB

Google Doodle Hari Ini Merayakan Tahun Baru Imlek

Minggu, 22 Januari 2023 | 08:15 WIB
X