Kendalikan PMK di Indonesia, Pusvetma Produksi Vaksin

- Senin, 30 Mei 2022 | 11:47 WIB
DIANGKAT: Pedagang dan warga mengangkat sapi sakit yang tak bisa berdiri usai diperiksa petugas DInas Perikanan dan Peternakan Banyumas karena terindikasi terkena gejala penyakit mulut dan kuku (PMK) di Pasar Hewan Ajibarang Rabu 11 Mei 2022 ini.(SM Banyumas/dok0
DIANGKAT: Pedagang dan warga mengangkat sapi sakit yang tak bisa berdiri usai diperiksa petugas DInas Perikanan dan Peternakan Banyumas karena terindikasi terkena gejala penyakit mulut dan kuku (PMK) di Pasar Hewan Ajibarang Rabu 11 Mei 2022 ini.(SM Banyumas/dok0

SURABAYA, suaramerdeka-banyumas.com - Untuk mengendalikan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Indonesia, Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) yang merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Kementerian Pertanian (Kementan) kini tengah proses pembuatan vaksin.

Pembuatan vaksin untuk PMK merupakan intruksi langsung dari Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo kepada Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan setelah munculnya kasus kejadian PMK di Jawa Timur sebelum Hari Raya Idul Fitri lalu.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga, mengatakan, dengan vaksinasi yang efektif, tindakan pengendalian yang ketat, sistematis dan berkelanjutan telah terbukti pemberantasan PMK di sebagian besar negara menjadi bebas PMK.

"Saya tadi menyaksikan sendiri saat ini proses pengembangan produksi vaksin PMK sedang berlangsung sejak Bapak Menteri menginstrusikan Pusvetma memproduksi kembali vaksin PMK," ujarnya seperti dilansir banyumas.suaramerdeka.com dari laman ditjenpkh.pertanian.go.id, Senin 30 Mei 2022.

Baca Juga: Fatwa Hewan Kurban Terpapar PMK Boleh Untuk Kurban atau Tidak, Besok Jumat Diputuskan MUI

Kuntoro mengatakan, vaksinasi menjadi solusi dan harapan bagi para peternak di seluruh Indonesia.

Dengan adanya vaksin wabah PMK, Indonesia diharapkan bisa segera dapat disembuhkan dan Indonesia kembali menjadi negara bebas PMK.

Kemampuan Indonesia dalam produksi vaksin PMK dimulai sejak tahun 1952 dan melakukan program vaksinasi massal sejak tahun 1964.

Dengan vaksinasi massal itu, Indonesia sudah bebas dari PMK sejak tahun 1986 dan diakui di lingkungan ASEAN sejak 1987 dan internasional oleh organisasi Kesehatan Hewan Dunia (Office International des Epizooties-OIE) sejak 1990.

Halaman:

Editor: Puji Purwanto

Sumber: ditjenpkh.pertanian.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X