Kemenkes Lakukan Kewaspadaan Kasus Cacar Monyet

- Jumat, 27 Mei 2022 | 12:45 WIB
Ilustrasi Cacar Monyet
Ilustrasi Cacar Monyet

JAKARTA, suaramerdeka-banyumas.com - Meskipun belum ada laporan kasus cacar minyet (menkeypox) di Indonesia, Kemeneterian Kesehatan (Kemenkes) tetap melakukan sejumlah kewaspadaan untuk mencegah terjadinya penularan.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH mengatakan Kemenkes tetap melakukan kewaspadaan dengan memperbarui situasi dan frekuensi question (FAQ) terkait monkeypox yang dapat diunduh melalui https://infeksiemerging.kemkes.go.id/.

Kemudian, menyiapkan surat edaran untuk meningkatkan kewaspadaan di setiap wilayah melalui dinas kesehatan, kantor kesehatan pelabuhan, dan rumah sakit.

Revisi pedoman pencegahan dan pengendalian cacar monyet pun dilakukan untuk menyesuaikan situasi dan informasi baru dari WHO, khususnya mengenai surveilans, tatalaksana klinis, komunikasi risiko, dan pengelolaan laboratorium.

Baca Juga: Ini Cara Mencegah Penularan Cacar Monyet Menurut WHO

Cacar monyet disebabkan oleh virus human monkeypox (MPXV) orthopoxvirus dari famili poxviridae yang bersifat highlipatogenik atau zoonosis.

Virus Ini pertama kali ditemukan pada monyet di tahun 1958, sedangkan kasus pertama pada manusia (anak-anak) terjadi pada tahun 1970.

Penularan melalui kontak erat dengan hewan atau manusia yang terinfeksi atau benda yang terkontaminasi virus.

"Penularan dapat melalui darah, air liur, cairan tubuh, Lesi kulit atau cairan pada cacar, kemudian droplet pernapasan," katanya seperti dilansir banyumas.suaramerdeka.com dari laman sehatnegeriku.kemkes.go.id, Jumat 27 Mei 2022.

Halaman:

Editor: Puji Purwanto

Sumber: sehatnegeriku.kemkes.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X