Fatwa Hewan Kurban Terpapar PMK Boleh Untuk Kurban atau Tidak, Besok Jumat Diputuskan MUI

- Kamis, 26 Mei 2022 | 19:21 WIB
PASAR HEWAN: Suasana Pasar hewan Petambakan, Banjarnegara yang merupakan salah satu pusat transaksi ternak terbesar di Jawa Tengah selalu dipadati penjual dan pembeli saat pasaran setiap hari Senin.(SM Banyumas/Castro Suwito)
PASAR HEWAN: Suasana Pasar hewan Petambakan, Banjarnegara yang merupakan salah satu pusat transaksi ternak terbesar di Jawa Tengah selalu dipadati penjual dan pembeli saat pasaran setiap hari Senin.(SM Banyumas/Castro Suwito)
terpapar-pmk/" data-title="Jumat Besok, MUI Putuskan Fatwa Hewan Qurban Terpapar PMK" data-id="35286" data-prev="https://mui.or.id/mui-provinsi/mui-bali/35283/lplh-mui-sosialisasikan-upaya-olah-kotoran-ternak-jadi-pupuk-organik/">

“Setelah kita mendengar pendalaman dari ahli terkait virus PMK. Kita baru mengeluarkan statement fatwa tentang hewan kurban yang terpapar virus PMK sah atau tidak untuk dijadikan (hewan) k
kurban,” kata Kiai Mifatahul Huda sebagaimana dikutip dari MUI Digital. 

 Meskipun, kata dia, ada pernyataan dari dokter yang masih memperbolehkan hewan yang terpapar virus PMK ini dikonsumsi. Tetapi, lanjutnya, untuk hewan qurban memiliki persyaratan khusus.

“Hewan kurban itu berbeda hukumnya dengan hewan yang disembelih untuk dikonsumsi dagingnya secara biasa,” tegasnya.

Baca Juga: Polisi Tangkap Pemburu Celeng yang Salah Tembak Petani

Lebih lanjut, kiai Miftahul Huda menjelaskan, bahwa persyaratan hewan kurban di antaranya harus sehat secara fisik, baik anggota tubuhnya tidak ada yang cacat, maupun tidak memiliki gangguan virus.

“Oleh karena itu, harus berhati-hati, meskipun ada pernyataan dari dokter bahwa daging hewan yang sudah terpapar virus PMK itu layak dikonsumsi. Tetapi untuk hewan qurban memiliki persyaratan khusus,” terangnya.

Kiai Miftahul Huda melihat dampak dari virus PMK ini terhadap hewan menyebabkan hewan tersebut tidak bisa jalan karena menyerang tubuh kaki.

Baca Juga: Kepala Dinas Arpusda Banyumas Achmad Supartono Meninggal Dunia

 “Hewan pincang saja tidak boleh digunakan untuk kurban, apalagi yang tidak bisa jalan,” jelasnya.

Bahkan, dia melihat di beberapa daerah yang sudah terpapar pandemi PMK ini banyak sekali sapi-sapi yang mati karena virus ini.

Halaman:

Editor: Susanto

Sumber: mui digital

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X