Mendag: Ekspor CPO Dibuka, Pemenuhan Kebutuhan CPO Dalam Negeri Masih Prioritas Utama

- Rabu, 25 Mei 2022 | 07:48 WIB
Menteri Perdagangan bersama Kapolri memantau stok dan dsitribusi minyak goreng. (SM Banyumas/Dok foto: PMJ News).
Menteri Perdagangan bersama Kapolri memantau stok dan dsitribusi minyak goreng. (SM Banyumas/Dok foto: PMJ News).

Dalam Permendag 30/2022 ditegaskan, eksportir harus memiliki dokumen Persetujuan Ekspor (PE) sebagai syarat mengekspor CPO dan produk turunannya sesuai dengan yang diatur dalam peraturan tersebut. Masa berlaku PE adalah enam bulan.

Adapun tiga persyaratan yang harus dipenuhi untuk memperoleh PE adalah, pertama, eksportir harus memiliki bukti pelaksanaan distribusi kebutuhan dalam negeri (domestic market obligation/DMO) dengan harga penjualan di dalam negeri (domestic price obligation/DPO) kepada produsen minyak goreng curah.

Kedua, bukti pelaksanaan distribusi DMO minyak goreng curah dengan DPO kepada pelaku usaha jasa logistik eceran dan membeli CPO dengan tidak menggunakan DPO.

Baca Juga: 16 Orang Ingin Adopsi Bayi Buangan di Sungai, Dinsos Banjarnegara Terapkan Syarat

Ketiga, bukti pelaksanaan distribusi DMO produsen lain yang didahului dengan kerja sama antara eksportir dan produsen pelaksana distribusi DMO, disampaikan melalui Indonesia National Single Window (INSW) berupa elemen data elektronik nomor induk berusaha dan nama perusahaan.

Sanksi bagi eksportir yang tidak memenuhi ketentuan antara lain mendapat sanksi administratif berupa peringatan secara elektronik di Sistem Indonesia National Single Window (SINSW), pembekuan PE, hingga pencabutan PE.***

Halaman:

Editor: Susanto

Sumber: Setkab RI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

1.000 Lintah Hidup Asal Bengkulu, Diekspor ke Malaysia

Kamis, 29 September 2022 | 09:09 WIB

Pemecatan Ferdy Sambo Bukti Komitmen Tegas Polri

Jumat, 23 September 2022 | 08:24 WIB
X