Atasi Penyebaran PMK, Pemerintah Akan Lakukan Lockdown

- Jumat, 20 Mei 2022 | 11:53 WIB
DIANGKAT: Pedagang dan warga mengangkat sapi sakit yang tak bisa berdiri usai diperiksa petugas DInas Perikanan dan Peternakan Banyumas karena terindikasi terkena gejala penyakit mulut dan kuku (PMK) di Pasar Hewan Ajibarang Rabu 11 Mei 2022 ini.(SM Banyumas/dok0
DIANGKAT: Pedagang dan warga mengangkat sapi sakit yang tak bisa berdiri usai diperiksa petugas DInas Perikanan dan Peternakan Banyumas karena terindikasi terkena gejala penyakit mulut dan kuku (PMK) di Pasar Hewan Ajibarang Rabu 11 Mei 2022 ini.(SM Banyumas/dok0

JAKARTA, suaramerdeka-banyumas.com - Pemerintah telah menyiapkan beberapa agenda untuk mengatasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

"Agenda pertama adalah agenda SOS, agenda darurat termasuk melakukan lockdown wilayah atau kendang," kata Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) seperti dilansir banyumas.suaramerdeka.com dari laman ditjenpkh.pertanian.go.id, Jumat 20 Mei 2022.

Beberapa langkah darurat yang sudah dilakukan pemerintah adalah penetapan wabah oleh Menteri Pertanian berdasarkan surat dari Gubernur dan rekomendasi dari otoritas veteriner nasional sesuai dengan PP no 47/2014.

Kemudian, pendataan harian jumlah populasi yang positif PMK, penetapan lockdown zona wabah tingkat desa/kecamatan di setiap wilayah dengan radius 3-10 km dari wilayah terdampak wabah, serta melakukan pembatasan dan pengetatan pengawasan lalu lintas ternak, pasar hewan dan rumah potong hewan.

Baca Juga: Kasus Ternak Terpapar PMK di Banjarnegara Meluas hingga Lima Kecamatan

Agenda kedua adalah agenda temporary, seperti melakukan edukasi kepada peternak terkait SOP pengendalian dan pencegahan PMK.

Pembentukan gugus tugas tingkat provinsi dan kabupaten, serta melakukan pengawasan ketat masuknya ternak hidup di wilayah-wilayah perbatasan dengan negara tetangga yang belum bebas PMK.

Agenda ketiga adalah agenda recovery, vaksinasi massal dan surveilans secara rutin, dan saat ini melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT), Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Kementan.

Seperti diketahui kemunculan virus PMK telah menimbulkan kekhawatiran berbagai pihak.

Halaman:

Editor: Puji Purwanto

Sumber: ditjenpkh.pertanian.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Piala Dunia 2022, Belgia Tumbang oleh Maroko 2-0

Senin, 28 November 2022 | 16:57 WIB

Warganet Bertanya-tanya, Kemana Si Oyen?

Jumat, 25 November 2022 | 09:43 WIB

Piala Dunia 2022: Maroko vs Kroasia Imbang 0-0

Kamis, 24 November 2022 | 06:18 WIB
X