Kejagung Panggil Tujuh Saksi dan Perannya dalam Kasus Korupsi Minyak Goreng dan Ekspor CPO

- Kamis, 19 Mei 2022 | 19:41 WIB
Kapolri mengecek ketersedian minyak goreng. (SM Banyumas/DOK foto  PMJ News)
Kapolri mengecek ketersedian minyak goreng. (SM Banyumas/DOK foto PMJ News)

JAKARTA, suaramerdeka-banyumas.com-Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa tujuh orang saksi dan perannya dalam perkara perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Pemberian Fasilitas Ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya pada bulan Januari 2021 sampai Maret 2022.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana mengungkapkan, pemeriksaan saksi tersebut dilakukan terhadap atas nama inisial HP, AS, TM, SVPK, E, AT dan BA.

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Pemberian Fasilitas Ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan Turunannya pada bulan Januari 2021 sampai Maret 2022," ungkap Ketut dalam pernyataannya, di Jakarta, Kamis 19 Mei 2022.

 Baca Juga: Ini Dia Lin Che Wei, Tersangka Baru Korupsi Minyak Goreng yang Berperan dalam Rekomendasi Ekspor CPO

Sebelumnya juga telah ada lima tersangka di antaranya berinisial IWW, MPT, SM, PTS dan LCW alias WH.

Menurutnya, pemeriksaan saksi yang dilakukan penyidik Kejagung tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang sudah ada.

Di bawah ini tujuh saksi yang diperiksa Kejagung dan perannya.

1.HP merupakan Direktur CV Maju Terus, diperiksa terkait penyidikan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Pemberian Fasilitas Ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan Turunannya pada bulan Januari 2021 sampai dengan Maret 2022.

Baca Juga: Libur Waisak, Jumlah Pengunjung Lokawisata Baturraden Justru Turun

Halaman:

Editor: Susanto

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemecatan Ferdy Sambo Bukti Komitmen Tegas Polri

Jumat, 23 September 2022 | 08:24 WIB
X