eHAC di PeduliLindungi Wajib Jadi Syarat Perjalanan Mudik 2022, Ini Penjelasannya...

- Kamis, 14 April 2022 | 04:38 WIB
ilustrasi mudik lebaran sebagai bentuk perjalanan dalam negeri saat jelang Idul Fitri (SM Banyumas/Dok Suara Merdeka)
ilustrasi mudik lebaran sebagai bentuk perjalanan dalam negeri saat jelang Idul Fitri (SM Banyumas/Dok Suara Merdeka)
JAKARTA, suaramerdeka-banyumas.com-Pengisian eHAC atau electronic-health alert card di PeduliLindungi menjadi syarat melakukan perjalanan mudik di seluruh moda transportasi pada mudik tahun 2022 ini sebagaimana diberlakukan Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan (DTO Kemenkes RI). 
 
''Dengan diterbitkannya Surat Edaran (SE) Kemenhub No.36-38 Tahun 2022, masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik, baik dengan moda transportasi darat, laut dan udara wajib mengisi eHAC sebagai syarat untuk melanjutkan perjalanan,'' kata Chief of DTO Kemenkes RI, Setiaji.
 
Terkait implementasi hal ini petugas di seluruh moda transportasi akan memeriksa status kelayakan perjalanan melalui eHAC yang telah diisi oleh para pemudik sehari atau sesaat sebelum melakukan perjalanan ulai tanggal 5 April 2022. 
 
 
Namun, Setiaji mengungkapkan, khusus bagi pelaku perjalanan dengan kendaraan pribadi, pemeriksaan akan diberlakukan sistem secara acak.
 
''Meski diberlakukan pengecekan secara acak, pelaku perjalanan dengan mobil atau motor pribadi diimbau tetap mengisi eHAC sebagai tanggung jawab bersama untuk menghindari lonjakan kasus COVID-19 di berbagai daerah.''
 
Lalu, bagaimana seseorang memenuhi syarat dan dapat dinyatakan layak untuk melakukan perjalanan mudik?
 
 
Berikut beberapa syarat yang dapat dipenuhi pemudik untuk memperoleh status kelayakan perjalanan:
 
  • Pemudik dengan jenis moda transportasi udara yang telah melakukan vaksinasi dosis ketiga (booster) tidak diwajibkan untuk melakukan tes, baik antigen maupun RT-PCR untuk memenuhi syarat kelayakan terbang.
  • eHAC akan menilai kelayakan terbang berdasarkan hasil tes tersebut.
  • Pemudik yang sudah melakukan vaksinasi primer hingga dosis kedua, diwajibkan untuk melengkapi syarat mudik dengan keterangan hasil negatif tes antigen maksimal 124 jam atau tes RT-PCR maksimal 324 jam sebelum keberangkatan.
  • Pemudik yang baru vaksinasi satu kali, diwajibkan untuk menunjukkan dokumen hasil tes RT-PCR maksimal 324 jam sebelum keberangkatan.
  • Pemudik dengan komorbid (penyakit penyerta) yang tidak dapat melakukan vaksinasi harus menunjukkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah dan hasil tes RT-PCR maksimal 324 jam.
  • Aturan pengisian eHAC ini tidak diwajibkan bagi anak berusia 6 tahun ke bawah yang dibebaskan dari syarat vaksinasi dan tidak wajib melakukan tes antigen atau RT-PCR sebagai syarat perjalanan.***
 
 

Editor: Susanto

Sumber: Kemkes.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X