Kemenag Nyatakan Logo Label Halal Indonesia Tidak Jawa Sentris, Ini Penjelasannya...

- Senin, 14 Maret 2022 | 18:04 WIB

Suaramerdeka-banyumas.com-Pemberlakuan label Halal Indonesia dari  Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama menuai komentar dari sejumlah pihak.

Ada sosok Fadli Zon yang menyoroti soal kaligrafi huruf yang tak jelas hingga lainnya.

Terkait hal itulah pihak Kemenag telah memberikan penjelasan soal penilaian sejumlah pihak yang menyatakan logo Label Halal Indonesia Jawa Sentris karena berbentuk gunungan wayang dan motif batik lurik atau surjan.

Kapala Pusat Registrasi Sertifikasi Halal pada Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag, Mastuki, mengatakan bahwa pemilihan bentuk gunungan dan batik lurik dalam label Halal Indonesia bukan berarti jawa sentris.

Baca Juga: Minions Berharap Bisa Berikan Hasil Terbaik di Turnamen All England 2022

“Pemilihan label halal yang menggunakan media gunungan wayang dan batik lurik itu tidak benar kalau dikatakan jawa sentris,” tegasnya di Jakarta, Senin 14 Maret 2022.

Ada tiga penjelasan yang disampaikan Mastuki terkait hal ini. Pertama, baik wayang maupun batik sudah menjadi warisan Indonesia yang diakui dunia. Keduanya ditetapkan Unesco sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya non bendawi (intangible heritage of humanity).

“Wayang ditetapkan pada 2003, sedang batik ditetapkan enam tahun kemudian, yaitu pada 2009,” ujar Mastuki.

Baca Juga: Siap Hadapi Turnamen All England 2022, Tim Bulu Tangkis Indonesia Latihan Teknik

Halaman:

Editor: Susanto

Sumber: Kemenag

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X