Sebelum Beralih Label Halal Baru, Produk Berlabel Halal MUI, Diminta Dihabiskan Terlebih Dulu

- Senin, 14 Maret 2022 | 08:50 WIB
LOGO Halal  MUI tak berlaku lagi sejak berlakunya logo Halal dari BPJPH Kemenag (SM Banyumas/dok)
LOGO Halal MUI tak berlaku lagi sejak berlakunya logo Halal dari BPJPH Kemenag (SM Banyumas/dok)

JAKARTA, suaramerdeka-banyumas.com-Bagi produsen yang sudah terlanjur mempergunakan label halal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama meminta produsen untuk menghabiskan stok kemasan produk tersebut terlebih dulu. 

"Pelaku usaha yang memiliki produk yang telah bersertifikat halal sebelum beroperasinya BPJPH serta masih memiliki stok kemasan dengan label halal dan nomor ketetapan halal MUI, diperkenankan untuk menghabiskan stok kemasan terlebih dahulu," jelas Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham di Jakarta, Minggu 13 Maret 2022 sebagaimana dikutip Suara Merdeka Banyumas dari laman resmi Kemenag

Ditegaskannya Label Halal Indonesia telah ditetapkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag dan berlaku secara nasional.

Baca Juga: Indonesia Power Gandeng Pramuka Bersih Sampah di Serayu

Ketetapan ini tertuang dalam Keputusan Kepala BPJPH Nomor 40 Tahun 2022 tentang Penetapan Label Halal sebagai pelaksanaan amanat Pasal 37 UU Nomor 33 Tahun 2014.

Seperti diketahui, ia menjelaskan bahwa Keputusan Kepala BPJPH berlaku efektif terhitung mulai 1 Maret 2022.

Sejak saat itu, Label Halal Indonesia wajib digunakan sebagai tanda kehalalan produk sesuai ketentuan yang berlaku. 

Baca Juga: Tertabrak Moge Harley Davidson, Dua Bocah Kembar yang Bergandengan Tangan di Pangandaran itu Meninggal Dunia  

"Setelah itu, mereka harus segera menyesuaikan pencantuman label halal pada produknya sesuai dengan ketentuan dalam Keputusan Kepala BPJPH Nomor 40 Tahun 2022," sambungnya.  

Halaman:

Editor: Susanto

Sumber: Kemenag

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X