Ini Pernyataan Lengkap Klarifikasi dan Minta Maaf Khalid Basalamah Atas Pernyataan 'Wayang Haram'

- Rabu, 16 Februari 2022 | 08:44 WIB
Ustadz Khalid Basalamah saat memberikan klarifikasi dan permintaan maaf soal ceramah kontroversial soal wayang (SM Banyumas/Dok tangkapan layar)
Ustadz Khalid Basalamah saat memberikan klarifikasi dan permintaan maaf soal ceramah kontroversial soal wayang (SM Banyumas/Dok tangkapan layar)

Suaramerdeka-banyumas.com-Terhadap tudingan warga bahwa ia mengharamkan wayang, Khalid Basalamah menegaskan tidak ada kata-katanya yang mengharamkan wayang

Ia mengajak jamaah untuk menjadi Islam sebagai tradisi bukan menjadikan tradisi sebagai Islam. 

Melalui akun resmi Instagram-nya, @khalidsasalamahofficial, Senin 14 Februari 2022  malam, dai yang memiliki restoran Timur Tengah itu meminta maaf. 

Berikut ini translate lengkap klarifikasi dan permintaannya. 

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh. Alhamdulillah wassholatu wassalamu ala rasulillah segala puji dan puja kepada Allah subhanahu wata'ala juga sahabat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa aalihi wa shahbihii wasalam. Video ini teman-teman kami buat untuk klarifikasi sekaligus permohonan maaf atas potongan pertanyaan yang diajukan salah satu cuma beberapa tahun baru di Masjid Blok M di Jakarta dan sekaligus jawaban kami tentang masalah wayang,"

"Saya akan coba mengklarifikasi jawaban kami. Saya coba bagi menjadi tiga bagian saudaraku seiman juga sebangsa dan setanah air. Yang pertama adalah lingkupnya adalah pengajian kami dan jawaban seorang dai Muslim kepada penanya Muslim. Itu dulu batasannya."

"Dan saya pada saat ditanyakan masalah wayang, saya mengatakan alangkah baiknya dan kami sarankan, kami sarankan agar menjadikan Islam sebagai tradisi. Jangan menjadikan tradisi sebagai Islam. Dan tidak ada kata-kata saya di situ mengharamkan.

"Saya mengajak agar menjadikan Islam sebagai tradisi. Makna kata-kata ini juga kalau ada tradisi yang sejalan dengan Islam, tidak ada masalah dan kalau bentrok sama Islam, ada baiknya ditinggalkan. Ini sebuah saran."

"Potongan kedua teman-teman sekalian pada saat penyanya menanyakan taubatnya dalang, pertanyaan ini kami jawab. Ini mirip sebenarnya lingkup dengan taubatnya  seorang pedagang, serang guru misalnya disebutkan profesi, maka saya sebagai dai muslim menjawab umumnya kaum muslimin kalau bertaubat maka setiap muslim akan bahagia senang kalau diajak bertaubat, dan memang jawabannya taubat nasuha. Kembali kepada Alloh dengan taubat yang benar

"Potongan yang ketiga teman sekalian sangat berhubungan dengan jawaban saya dengan potongan ye ke dua yaitu dimusnahkan, jadi kalau ada orang yang memang taubat misal di sini adalah seorang dalang kalau dia sudah tau dan tidak mau melakukan itu maka tidak mau diapakan lagi wayang-wayang ini? Saya katakan untuk untuk dimusnahkan sebatas itu untuk individu."

"Saya sama sekali tidak berpikir atau punya niat untuk menghapuskan ini dari sejarah nenek moyang Indonesia atau menyuruh seluruh dalang untuk bertaubat kepada Alloh atau misalnya semua wayang harus dimusnahkan. Anda mau melakukannya itu hak anda, maaf kami sedang ditanya lingkup ditaklimkan."

"Namun teman sekalian, Klarifikasi ini bukan membenarkan sikap tapi hanya untuk menjelaskan saya. Dan saya sebagai seorang muslim yang baik dan saya berharap juga saya termasuk salah satu dari muslim itu kalau ada sesuatu yang kita lakukan ternyata menyinggung orang lain maka kita ada baiknya meminta maaf. "

"Dan saya pada kesempatan ini Khalid Basalamah mengucapkan permhontan maaf sebasar-besarnya dari hati nurani kami kepada seluruh pihak tidak terkceuali yang merasa terganggu atau tesinggung dengan jawaban kami tersebut."

"Semoga klarifikasi berikut permoonan maaf ini bisa dimaklumi. Semoga Alloh SWT selalu menyatukan kita di atas kesatuan dan persatuan di negara Republik Indonsia, insyaal dan saya yakin kita semua sangat mencintai negara kita dan kita diperintahkan apalagi sebagai seorang muslim untuk mencintai negara kita. Mencitani Persatuan dan Kesatuan dan itu yang menyebabaan pejuang-penjuang yang memerdekaan Indoensia mayoritas dari kaum muslim."***

Halaman:

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X