Usai Pembongkaran, Masjid Jemaah Ahmadiyah Indonesia Sintang Diimbau Jadi Rumah Ibadah Seluruh Muslim

- Selasa, 1 Februari 2022 | 22:04 WIB
 Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kemenag Wawan Djunaidi (SM Banyumas/Kemenag)
Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kemenag Wawan Djunaidi (SM Banyumas/Kemenag)

JAKARTA, suaramerdeka-banyumas.com- Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kemenag Wawan Djunaidi mengimbau agar masjid Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Sintang Kalimantan Barat tetap difungsikan sebagai masjid bagi seluruh umat Islam.

Seperti diketahui kubah masjid rumah ibadah tersebut telah dibongkar untuk dilakukan alih fungsi. Akibatnya kejadian itu sempat membuat kisruh warga. 

Rumah ibadah JAI yang sudah berdiri di Sintang agar dapat tetap difungsikan sebagai masjid yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh umat muslim. Jika akan dimanfaatkan untuk fungsi yang lain, harus melalui musyawarah dengan jemaat Ahmadiyah sebagai pemilik lahan dan bangunan,” ujar Wawan Djunaidi di Jakarta, Minggu 30 Januari 2022.

Baca Juga: Soal IKN Baru, Para Sultan, Ketua Adat, dan Tokoh Masyarakat Kalimantan Dukung 100 Prosen

Kepala PKUB Kemenag juga meminta seluruh kepala daerah kabupaten/kota untuk memfasilitasi umat beragama yang mengusulkan penggunaan tempat ibadah sementara karena belum memenuhi syarat untuk mendirikan rumah ibadah.

Dalam Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan Nomor 8 Tahun 2006 disebutkan, pendirian rumah ibadah harus memenuhi persyaratan administratif, persyaratan teknis, dan persyaratan khusus. 

Persyaratan khusus tersebut antara lain, terdapat 90 jiwa calon pengguna rumah ibadah. Jika persyaratan khusus tersebut belum terpenuhi, pihak-pihak yang ingin mendirikan rumah ibadah dapat mengajukan izin penggunaan tempat ibadah sementara kepada pemerintah daerah kabupaten/kota.

Baca Juga: Ini Lirik Lagu Sepatu Ciptaan Tulus yang Merdu Dinyanyikan Danar Widianto X-Factor

“Hendaknya pemerintah daerah memastikan agar hak-hak konstitusi warga negara terpenuhi, khususnya untuk dapat melakukan ibadah secara kolektif di rumah ibadah atau tempat ibadah sementara,” tuturnya.

Kepada seluruh umat muslim, Wawan mengajak mereka agar dapat menerima anggota JAI untuk beribadah bersama-sama di masjid atau musala. Anggota JAI juga diimbau untuk beribadah secara bersama-sama dengan umat muslim lainnya, di masjid mana pun.

“Sudah seharusnya, seluruh umat beragama dapat hidup bersama-sama dengan penganut seagama yang berbeda paham atau penganut agama lain dengan toleran, rukun, dan saling menghargai,” tandasnya.***

Editor: Susanto

Sumber: Kemenag

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X