Bentengi Pantai dari Abrasi dan Tsunami, Pesisir Selatan Cilacap Ditanami 3 Ribu Pohon Cemara Laut

- Sabtu, 22 Januari 2022 | 09:33 WIB
  Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, dan Pjs GM PT KPI RU IV Cilacap, Didik Subagyo menanam pohon Cemara Laut di Pantai Tegalkamulyan, Cilacap, Jumat 21 Januari 2022.(SM Banyumas/Gayhul Dhika Wicaksana)
Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, dan Pjs GM PT KPI RU IV Cilacap, Didik Subagyo menanam pohon Cemara Laut di Pantai Tegalkamulyan, Cilacap, Jumat 21 Januari 2022.(SM Banyumas/Gayhul Dhika Wicaksana)
CILACAP, suaramerdeka-banyumas.com - Sebanyak tiga ribu pohon Cemara Laut ditanam Pemkab Cilacap dan Pertamina di pesisir Pantai Tegalkamulyan, Cilacap, Jumat 21 Januari 2022. Penanaman pohon di pesisir pantai, dilakukan untuk mengantisipasi ancaman abrasi dan tsunami. 
 
Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji mengatakan, penanaman pohon Cemara Laut dilakukan untuk menjaga pantai dari ancaman abrasi, maupun tsunami. 
 
"Kalau tidak ada cemara laut yang ditanam beberapa waktu lalu, mungkin batas pantai sudah berubah. Sebab penanaman ini bukan yang pertama, maka saya mengapresiasi Pertamina yang sudah peduli, pada upaya antisipasi bencana," ucapnya. 
 
Sementara itu, Pjs General Manager PT KPI RU IV Cilacap Didik Subagyo menjelaskan, kepedulian pada lingkungan merupakan tanggungjawab seluruh pihak. Maka pada momentum Hari Gerakan Sejuta Pohon Internasional, Pertamina melibatkan berbagai elemen untuk ikut peduli dengan alam. 
 
"Kita melakukan penanaman tiga ribu pohon Cemara Laut, yang berfungsi menahan abrasi di daerah pantai, ini sangat penting untuk menjaga lingkungan kita," tuturnya. 
 
Lebih lanjut, dengan fungsi pohon Cemara Laut tersebut, maka dapat menjadi benteng pelindung pantai. Fungsi lain dari Cemara Laut yaitu menjadi pemecah angin, bagi wilayah yang rentan angin kencang, serta juga dapat menambah keindahan di wilayah pantai, sehingga diharapkan juga bermanfaat bagi sektor pariwisata. 
 
Penanaman pohon  ini juga merupakan bagian dari tanggungjawab sosial perusahaan di bidang lingkungan. Menurut Didik, nantinya pemeliharaan pohon akan dikelola oleh Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Gumregah, Mitra Bina Wijaya, dan masyarakat RW 8 di Kelurahan Tegalkamulyan, Cilacap.
 
Sebagai upaya mitigasi ancaman tsunami BMKG juga telah memasang alat  EWS Radio Broadcaster dan aplikasi Sirens for Rapid Information on Tsunami Alert (SIRITA) di Cilacap, Senin 4 Oktober 2021 lalu. Pemasangan dua alat yang merupakan inovasi ini sebagai respon BMKG atas meningkatnya aktivitas kegempaan di Indonesia.
 
Berdasarkan data pengamatan gempa bumi BMKG, selama periode tahun 2008-2016 rata-rata 5 ribu hingga 6 ribu kali, 2017 meningkat menjadi 7.169, selanjutnya mulai 2018 hingga 2019 melompat menjadi lebih dari 11.500 kali dalam satu tahun.***

Editor: Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X