Februari Maret 2022 Diprediksi Jadi Puncak Omicron, Masyarakat Harus Waspada

- Senin, 17 Januari 2022 | 08:27 WIB
Varian Omicron saat ini dideteksi telah masuk Indonesia sejak Kamis 16 Desember 2021 sebagaimana dinyatakan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (SM Banyumas/PIXABAY)
Varian Omicron saat ini dideteksi telah masuk Indonesia sejak Kamis 16 Desember 2021 sebagaimana dinyatakan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (SM Banyumas/PIXABAY)

JAKARTA, suaramerdeka-banyumas.com-Pertengahan Februari dan awal Maret diprediksi menjadi puncak penyebaran Omicron dan diharapkan masyarakat tetap waspada. 

Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin usai Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Minggu 16 Januari 2022. 

Menkes menyampaikan, berdasarkan pengamatan terhadap sejumlah negara puncak tersebut dicapai secara cepat dan tinggi dan waktunya berkisar antara 35-65 hari.

Baca Juga: 2022, Pemerintah Anggarkan 451 Triliun Untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

“Indonesia pertama kali kita teridentifikasi (varian Omicron) adalah pertengahan Desember, tapi kasus kita mulai naiknya di awal Januari. Nah, antara 35-65 hari akan terjadi kenaikan yang cukup cepat dan tinggi. Itu yang memang harus dipersiapkan oleh masyarakat,” ujar Budi sebagaimana dilansir dari laman resmi Setkab RI.

Menkes mengungkapkan, tingkat perawatan di rumah sakit (RS) untuk pasien Omicron di sejumlah negara yang telah melewati puncak kasus berkisar antara 30-40 persen dibandingkan hospitalisasi varian Delta.

“Jadi walaupun kenaikannya lebih cepat dan tinggi, jumlah kasusnya akan lebih banyak dan naik penularannya lebih cepat, tapi hospitalisasinya lebih rendah,” ujarnya.

Baca Juga: Antisipasi Penyebaran Omicron, Tiap Minggu Perpanjangan Kebijakan PPKM Dievaluasi

Oleh karena itu, Budi menekankan agar masyarakat tetap waspada namun tidak perlu panik jika ada kenaikan jumlah kasus yang cepat dan banyak. Ditegaskannya, pemerintah terus memantau secara ketat kondisi pasien konfirmasi Omicron yang memerlukan perawatan RS. Dari sekitar 500 kasus Omicron, 300 orang di antaranya sudah dinyatakan sembuh.

Halaman:

Editor: Susanto

Sumber: Setkab RI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Indonesia Secara De Facto Telah Menuju Endemi

Kamis, 12 Mei 2022 | 16:58 WIB
X