2022, Pemerintah Anggarkan 451 Triliun Untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

- Senin, 17 Januari 2022 | 08:07 WIB
Inisiator  (SMBanyumas/Puji Purwanto)
Inisiator (SMBanyumas/Puji Purwanto)

JAKARTA, suaramerdeka-banyumas.com-Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon) Airlangga Hartarto menyatakan tahun 2022 ini, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 451 triliun untuk Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Angka ini akan digunakan untuk bidang kesehatan, perlindungan sosial, dan fasilitas fiskal untuk beberapa sektor.

“Bapak Presiden tadi telah menyetujui beberapa program yang terkait dengan PEN. Terkait PEN ini disiapkan anggaran di tahun 2022 sebesar Rp 451 triliun dan itu terbagi menjadi tiga, yaitu untuk kesehatan, perlindungan sosial, dan terkait dengan fasilitas fiskal untuk beberapa sektor ataupun UMKM maupun korporasi,” kata Airlanggadalam keterangan pers usai mengikuti Rapat Terbatas mengenai Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dipimpin Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Minggu 16 Januari 2022.

Baca Juga: Antisipasi Penyebaran Omicron, Tiap Minggu Perpanjangan Kebijakan PPKM Dievaluasi

Airlangga memaparkan, pemerintah akan memperpanjang insentif fiskal properti berupa PPN yang ditanggung pemerintah (PPN DTP) sampai dengan Juni 2022.

“Yang sudah disetujui oleh Bapak Presiden yang pertama terkait dengan insentif fiskal properti atau Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah ini disiapkan bahwa perpanjangannya akan dilakukan sampai dengan Juni 2022,” terangnya.

Untuk rumah susun/rumah tapak yang nilainya Rp2 miliar diberikan PPN DTP sebesar 50 persen dan diperhitungkan sejak awal kontrak, dan diharapkan rumah bisa diselesaikan dalam waktu sembilan bulan. Kemudian untuk properti yang harga jualnya Rp2-5 miliar mendapatkan PPN DTP sebesar 25 persen.

Baca Juga: Pemerintah Lanjutkan PPKM di Luar Jawa Bali Hingga 31 Januari 2022

Program berikutnya adalah pemberian fasilitas tarif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) khusus sektor otomotif dengan harga penjualan di bawah Rp200 juta seperti mobil low cost green car atau LCGC.

Halaman:

Editor: Susanto

Sumber: Setkab RI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Indonesia Secara De Facto Telah Menuju Endemi

Kamis, 12 Mei 2022 | 16:58 WIB
X